Breaking News

Warga Khawatir, Panton Pengangkutan Material Penghalang Peroses Percepatan Pembangunan

Warga Khawatir, Panton Pengangkutan Material Penghalang Peroses Percepatan Pembangunan

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Warga Kecamatan Kuala Baru Hawatirkan Panton Pengangkutan Material penghalang proses percepatan Pembangunan Peningkatan Jalan Batas Aceh Selatan-Kuala Baru-Singkil-Telaga Bakti Aceh Singkil, jika cuaca sangat buruk.

Sudah terbukti Ketika angin kencang menghantam, panton bermuatan material diperkirakan muat seribu ton itu terdampar tepatnya dipinggiran laut Kuala baru.

Sementara, diketahui material itu di bawa pihak rekanan, dari ujung barat Aceh Barat Daya melintasi laut lepas menuju ke Kuala Baru untuk membawa menjenjeng batu material secara perlahan, mengingat beban muatanya sangat berat.

Pada tanggal 26 Juni 2021, ponton tiba di Kuala Baru, Kemudian Exscavator  membongkar material muatan tersebut.

Hal itu disampaikan Tokoh Pemuda Kuala Baru, Aceh Singkil, Heri Candra, ia mengungkapkan, tepat sorenya, angin agak sedikit kencang, sedikit demi sedikit muatan sudah terbongkar atau berkurang dari panton itu.  

"Namun, Magrib tiba, dan muatan belum habis terbongkar, direncanakan akan dilanjutkan ke esokan harinya," ungkapnya kepada ACEHPORTAL.com, Jumat (2/7/2021)

Ia juga menambahkan, malam pun akhirnya tiba. Rupanya angin kian kencang diperkirakan mangundang badai untuk menerjang, seiringan suara gemuruh ombak yang besar sempat terdengar dari kejauhan, di sertai hujan deras.

"Diduga jangkar yang sebelumnya menancap erat di tanah itu tak kuat lagi menahan beban ponton, karena Badai menerjang dan jangkar putus, ramdor menghantam pinggir dermaga, akhirnya panton terdampar di atas ombak," tambahnya," ujar Heri.

Ia juga mengatakan, Panton dihamtam badai itu memang suatu musibah.

"Namun hal ini juga diakibatkan Panton parkir dipelabuhan terlalu lama untuk di bongkar muatanya sampai tiga hingga sepuluh hari baru selesai di bongkar," ujar Heri.

Sementara, tambah Heri, pelabuhan sandar yang mereka buat sebelumnya sudah semakin rendah.

"Ini terlihat akibat pelabuhan yang mereka bangun mengalami penurunan masuk dalam tanah, sehingga pembongkaran material dengan menggunakan mobil Cool diesel damtruck menunggu air pasang surut baru bisa dilewati," terangnya.

Heri menyampaikan, sampai saat ini mereka masih sangat berharap keseriusan kontraktor mengerjakan proyek tersebut seratus persen.

"Walaupun itu rasanya sudah tidak mungkin, mengingat sisa waktu kerja hanya sampai desember tahun ini, dan kemajuan progres masih sangat kecil kurang lebih delapan persen,"kata Heri

"Untuk itu Kami meminta kontraktor harus lebih serius. bawalah panton yg berkapasitas ribuan ton yang mampu membawa material dalam jumlah banyak untuk mengejar ketertinggalan progres kerja," tambahnya.

Ia juga menambahkan, mulai saat ini mereka dari Pemuda Kuala Baru akan terus memantau perkembangan jalan tersebut. 

"Karena merupakan impian kami yang sudah puluhan tahun, dan kita juga berharap kepada Pemerintah agar bisa mencari solusi, berhubung diakhir tahun biasanya menghadapi cuaca buruk," pungkasnya.

Editor:
Rubrik:Daerah, News