Breaking News

Wabup Aceh Singkil Sampaikan UEA Ke Anggota DPR-RI dalam Acara DPD HIMKI

Wabup Aceh Singkil Sampaikan UEA Ke Anggota DPR-RI dalam Acara DPD HIMKI

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (DPD HIMKI) Aceh menyelenggarakan seminar Pelatihan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Rotan bagi warga binaan di Rutan Klas II B Singkil, Aceh Singkil, Selasa (16/3/2021).

Acara itu dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali dan turut dihadiri Anggota DPR-RI, Nasir Jamil serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Wakil Bupati menyampaikan perkembangan terkait Investor Uni Emirate Arab (UEA) ke peserta undangan, terutama kepada Anggota DPR-RI Dapil Aceh 1 tersebut.

"Bapak ibu sekalian, kebetulan hari ini Singkil mendapat sejarah rahmat, karena kedepan menjadi destinasi pariwisata tingkat internasional," ungkapnya.

Sazali juga mengatakan, dengan masuknya UEA ke Singkil itu berhubung UEA adalah sebuah negara, tentu nanti tujuan pariwisata tersebut menjadi tingkat internasional. Maka Singkil masuk ke pergaulan destinasi wisata internasional.

"Walaupun negeri ini begini sekarang, kami yakin ini akan meningkat dan maju, karena kalau nggak ada halangan dalam waktu enam bulan kedepan akan dimulai pembangunan oleh investor UEA tersebut di sekitar Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat," ujarnya.

"Dan kebetulan dari Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan telah menyampaikan kepada mereka jalan dari kabupaten Humbang Hasundutan melalui darat ke Siompin itu akan dibangun serta Bandara Syhek Hamzah Fansury, Pelabuhan Singkil serta lainnya, karena destinasi wisata di Singkil itu katanya adalah sebagai Baperjon Danau Toba, Baperjon Danau Toba sebagai destinasi pariwisata," jelasnya.

"Jadi pekan yang lalu kami sudah sampaikan kepada Pak Luhut, Pak Luhut kalau orang bosan di gunung akan ke pantai yaitu ke pulau, jadi negeri kami di Singkil banyak pulau Pak, kalau bosan di gunung di pantai, pantai itu banyak di sini apalagi di Pulau Banyak, karena jaraknya dari Danau Toba hanya tiga puluh menit melalui pesawat ke Singkil, kalau jalan darat cuman empat jam," jelas Sazali.

Sazali berharap, untuk itu kesempatan tersebut harus diambil jangan nanti pariwisata sudah jalan disini kita hanya jadi penonton. Ia juga berharap nantinya masyarakat juga mendapatkan lapangan pekerjaan.

"Kedepan mungkin disamping keterampilan tangan dari pelatihan ini, bisa juga dipikirkan soptenir-soptenir yang lain, untuk kuliner misalnya, atau Ahli masak dihotel, agar bisa dididik disini, karena kami yakin kalau masyarakat tidak di bina tidak akan mampu mengikuti, jadi kami sampaikan kepada saudara sekalian, kepada adik kami. Siapkan diri. Siapkan diri untuk menyambut kedatangan investor ini. Karena kalau sudah UEA masuk ke Aceh Singkil maka Singkil ini terkenal secara internasional," Harapnya.

Sazali menambahkan, maka nanti dari negara-negara lain pun iya yakin akan datang ke Singkil.

"Pak Nasir pernah Kepulau Pak ya, kalau ndak kami undang Kepulau sama-sama kita yuk," Ajak Sazali.

Namun Anggota DPR-RI tersebut langsung menjawab, pernah Pak tapi sudah lama. Katanya sambil tertawa.

"Jadi alhamdulillah sekarang ini Kepulau itu kapal sudah ada empat unit di Singkil, ada pelayaran ke Nias ada ke Seumelue dan juga ada ke Pulau Banyak, sekarang sudah mulai ramai Singkil ini," Tambah Sazali.

Namun dalam kesempatan itu, Sazali juga berharap, harapannya kepada Anggota DPR-RI tersebut, berhubung sebagai Wakil Rakyat di Pusat.

"Kan nggak apa-apa ya Pak sambil nyambil juga ni, sebagai wakil kami di Pusat, tolong diperhatikan Singkil ini Pak. Karena kebetulan dari Singkil sejak Indonesia merdeka sampai hari ini belum pernah ada Anggota DPR-RI Pak, jadi mungkin Bapak lah yang bisa menyampaikan aspirasi kami, di Singkil ini Pak Daerah nya berpotensi besar, bahkan di Singkil ini bukan hanya meningkatkan PAD tetapi bisa mendatangkan Lapisan Negara, karena disini juga banyak Perkebunan Kelapa sawit seperti Nafasindo dan lainnya, serta PKS pabrik kelapa sawit juga banyak," Katanya.

Namun Sazali juga menyampaikan potensi laut, kalau Ikan di Singkil itu katanya Sibolga penghasil Ikan terbesar di Pantai Barat Sumatra, tapi Ikannya Enam puluh persen dari Aceh, dari Singkil dan Aceh Selatan.

"Serta Pelabuhan kita sudah ada Pak, tapi ndak mau selesai-selesai karena sangat sulit, begitu juga dengan pariwisatanya, disini lengkap Pak, ada pariwisata Pulau, ada pariwisata Pantai ada Pariwisata Hutan bernama Lae Terkhep dan lainnya, di pariwisata Lae Terkhep disitu ada sekitar Enam Ratus ekor Orang Hutan, jadi Singkil ini berpotensi besar bahkan ada tanbang dan lain sebagai nya. Jadi kalau kita perhatikan Singkil ini kami yakin akan mengurangi angka kemiskinan di Aceh," Ujarnya.

"Karena Singkil ini Pak daerah termiskin di Sumatra, sekarang statusnya dicatatan, saya ulangi dicatatan Statistik ya Pak, status Aceh Singkil daerah termiskin di Sumatra. Kenapa, karena Aceh termiskin di Sumatra, Singkil termiskin di Aceh, berarti Singkil termiskin di Sumatra," Ungkapnya sambil tertawa.

Sazali juga menyampaikan, padahal kalau dilihat kehidupan, iya mengatakan tidak miskin kali.

"Disini biasa saja, punya kareta tiga tercatat sebagai miskin, punya avanza juga ada ada kita curigai menjadi orang miskin, itu kita tidak tau dimana salahnya. Mudah-mudahan Pelatihan ini tetap berlanjut, dan potensi-potesi kita bisa dibuka untuk di kembangkan agar Aceh Singkil keluar dari daerah termiskin," Harap Sazali.

*Penjelasan Anggota DPR-RI

Saat dikonfirmasi Anggota DPR-RI Nasir Jamil selesai acara terkait daerah miskin menyampaikan, ya mudah-mudahan Aceh Singkil dengan adanya sebagai salah satu Destinasi Wisata, di mana Uni Emirat Arab (UEA) akan masuk menanamkan investasinya itu bisa membuka Mata dunia kepada Aceh Singkil.

"Luar biasa Singkil ini. Jadi bukan mata Indonesia terbuka, mata dunia itu sudah melihat Singkil. Nah, tinggal bagaimana pemerintah Indonesia dan pemerintahan di Aceh, bisa membuat mata mereka tetap terbuka. Jangan sampai terbukanya hanya sebentar, lalu tertutup lagi," Ujarnya.

Nasir Jamil menyampaikan, caranya utamakan membenahi sarana dan prasarana Untuk mata mereka tetap terbuka.

"Emirat Arab ya, dia akan melihat bagaimana nanti Investasi mereka itu bisa aman dan berjalan dengan baik. Nah, karena itu jangan sampai ada gangguan-gangguan, karena ini kan investor," Jelasnya.

Bahkan, Nasir Jamil menambahkan, Mereka itu kalau ada gangguan-gangguan, bisa jadi alasan mereka untuk hengkang dari tempat itu.

"Maka dari itu mari kita jaga suasana di Aceh Singkil kondusif, dan aman, kemudian mereka nanti pasti melihat keramahan kita untuk siap menerima Investasi mereka, terutama di Kepulauan Banyak," Pesannya.

Saat disinggung dukungannya sebagai Anggota DPR-RI, Nasir Jamil menyampaikan, itu nggak usah di tanya lagi.

"Itu tentunya pasti sangat kita dorong sekuat tenaga, mendorong untuk Investasi UEA di Pulau Banyak tersebut," Tandasnya.

Rubrik:Daerah, Umum