Breaking News

Usir Covid-19, Masyarakat Penosan Induk Gelar Tolak Bala

Usir Covid-19, Masyarakat Penosan Induk Gelar Tolak Bala
Usir Covid-19, Masyarakat Penosan Induk Gelar Tolak Bala. (Jasvira Sautisa/ACEHPORTAL.com)

BLANGKEJEREN, ACEHPORTAL.com - Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona atau yang disebut Covid-19.

Seperti halnya masyarakat Kampung Penosan Induk, Kecamatan Blangjerango, Gayo Lues yang menggelar ritual adat tolak bala untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Ritual adat tolak bala ini digelar di Kampung Penosan Induk, Rabu (16/6/2021) kemarin yang dihadiri seluruh masyarakat setempat dan perangkat kampung yang sebagian mengenakan pakaian adat Gayo yakni Kerawang Gayo Lues dalam ritual ini.

Kepala Kampung Penosan Induk, M Saleh mengatakan, ritual adat tolak bala atau dikenal dengan Sesube ini dilakukan oleh masyarakat setempat yang sudah menjadi tradisi turun temurun sejak zaman dahulu untuk mengusir wabah atau istilah Gayo disebut (Pembengeren-red Gayo).

Ritual tolak bala ini merupakan bagian dari kearifan budaya lokal masyarakat Gayo yang digelar untuk mencegah atau melindungi masyarakat dari berbagai musibah atau malapetaka.

"Ritual ini sebagai salah satu upaya untuk menjauhkan kampung dan masyarakat dari bahaya dan penyakit atau kami sebut pembengeren, salah satunya mencegah penyebaran virus Corona,” kata Saleh.

Lanjut Saleh, pelaksanaan ritual ini wajib dihadiri oleh seluruh keluarga dan masyarakat yang ada di Kampung Penosan Induk.

Setiap warga yang datang membawa segala pucuk sayuran yang lazim ditanam di kebun warga seperti pucuk sayur pakis, labu siam, pucuk daun singkong dan pucuk sayuran lainnya untuk dimasak secara bersama oleh warga, ditambah lagi pembuatan dodol atau disebut dengan (gelame-red Gayo).

Dijelaskan Saleh, selain untuk mencegah penyebaran wabah covid, ritual ini digelar untuk mengusir wabah lainnya, seperti serangan hama pertanian dan musibah lainnya.

“Kita berharap dengan digelarnya tolak bala ini, semoga covid dan wabah lainnya menjauh dari kampung Penosan,” ujar Saleh.

Sementara, salah seorang warga setempat mengatakan, tolak bala merupakan tradisi yang sudah lama dilakukan para leluhur saat ada wabah penyakit, dengan memohon pertolongan kepada Allah SWT agar wabah bisa hilang.