Breaking News

Ultah ke 20 Kecamatan Kota Baharu, Masyarakat Minta Pemkab Jangan Tutup Mata

Ultah ke 20 Kecamatan Kota Baharu, Masyarakat Minta Pemkab Jangan Tutup Mata
Tokoh Masyarakat Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil, Hambalisyah Sinaga

SINGKIL, ACEHPORTAL.com- Sehubungan pada hari ini tepatnya tanggal 14/4/2021 genap usia Kecamatan Kota Baharu berusia 20 tahun, menjadi salah satu Kecamatan yang ada di Aceh Singkil.

Namun pembangunan dirasakan masyarakat disana tidak sesuai harapan, pasalnya kecamatan kota baharu tersebut satu kecamatan pisahan dari Kecamatan Simpang Kiri Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam, Aceh

Sebagian putra daerah lahir di Kecamatan Kota Baharu tersebut, sangat prihatin serta bersedih terhadap daerah itu bila dibandingkan dengan daerah-daerah yang lain.

Hal itu disampaikan Tokoh Masyarakat Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil, Hambalisyah Sinaga, saat dikonfirmasi ACEHPORTAL.com, ia mengatakan dimana pada tanggal 14/4/2001, mereka resmi pisah dengan exs kecamatan simpang kiri.

"Karena kita sebenarnya Kecamatan Kota Baharu ini adalah bagian daripada exs Simpang Kiri. Waktu itu Pemko Subulussalam mekar dari Aceh Singkil, maka terpisahlah kita dari Simpang Kiri, sehingga kecamatan kita menjadi Kecamatan Kota Baharu, bergabung dengan Kabupaten Aceh Singkil, yang saat ini dari sebelumnya wilayah administrasi Simpang Kiri," ujar Hambalisyah, Rabu (14/4/2021).

Lanjut, Hambalisyah, yang merupakan putra asli daerah kecamatan kota baharu itu, sekaligus sebagai pimpinan pondok pesantren Al-Hafiz Rizkullah yang ia dirikan di Kecamatan Kota Baharu, dalam hal tersebut, merasa prihatin dengan capaian Pemkab Aceh Singkil.

"Pada hari ini kami meminta kepada Pemerintah Aceh Singkil, untuk lebih peduli kepada daerah Kecamatan Kota Baharu yang sudah berusia 20 tahun, karena masih banyak kekurangan, apalagi masalah yang sangat urgen hari ini saya menilai ada tiga. Pertama masalah jalan sampai hari ini belum beraspal. Malahan di Aceh Singkil ini saya perhatikan jalan-jalan ke blok-blok dan Ke dusun-dusun serta ke Lorong-lorong itu sudah pada beraspal," ungkap Hambalisyah

Ia menambahkan, kenapa Kecamatan Kota Baharu sudah berusia 20 tahun sampai hari ini belum beraspal. Belum lagi jalan lewat perkampungan tok. 

"Jadi memang ada jalan beraspal yang dari pinggir sungai sampai ke kilo delapan beraspal, tapi itu diaspal sebelum Aceh Singkil mekar dari Aceh Selatan, berarti intinya itu pembangunan Aceh Selatan," jelas Hambalisyah.

Ia juga mengatakan, dirinya tambah prihatin, terhadap jalan lintas ke ibu kota Singkil melewati jalan Hak Guna Usaha (HGU) PT Nafasindo.

"Memang saat ini sudah dibangun sekitar satu kilo lebih, tapi itu sempat kami laksanakan aksi demo pada tahun 2019 untuk menuntut pengaspalan Jalan kota baharu itu, disitulah terbangun aspal tersebut. Jadi apakah mungkin kami harus aksi lagi supaya di lanjutkan kembali pengaspalan jalan kita ini, kalau menurut saya jangan sempat begitu lagi, karena kita juga bagian dari pada Aceh Singkil, kita juga menginginkan bagaimana kecamatan kami Kota Baharu ini, sama dengan daerah daerah lain," ungkap Hambalisyah.

Dan yang kedua Kata Hambalisyah, tentang masalah fasilitas kesehatan Puskesmas yang ada di kecamatan kota baharu pelayanannya belum 24 jam.

"Belum ada, padahal prasarananya seperti tempat inap sudah ada, tinggal penempatan paramedis dan mungkin tempat-tempat tidur. Ini juga hal yang sangat kita butuhkan kalau kita lihat perjalanan dari Kecamatan kota baharu ke RSUD Aceh Singkil, ini luar biasa jauhnya, makanya sering saya sampaikan haram hukumnya masyarakat Kota Baharu sakit di atas jam satu malam, jadi jangan sakitlah diatas jam itu, karena untuk pelayanan tidak ada," pesannya.

Yang ketiga, lanjut Hambalisyah, terkait dengan sarana dan prasarana pendidikan juga belum lengkap, diantaranya tenaga pendidikan.

"Jadi itulah sebenarnya harapan kita, dan kepada Pemkab jangan menutup mata untuk ke daerah kami, karena kami juga bagian dari Aceh Singkil, supaya kami dapat merasakan bagaimana nikmatnya jalan bagus, fasilitas kesehatan ada, sarana dan prasarana pendidikan juga lengkap, tenaga pendidikan juga lengkap, jadi itu harapan saya," pungkas Hambalisyah.

Editor:
Rubrik:Daerah