Kasus Korupsi PT ASABRI, Pembelian Gas Bumi PDPDE Sumsel dan Batubara Sarolangun

Tujuh Saksi Diperiksa Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI, Pembelian Gas Bumi PDPDE Sumsel dan Batubara Sarolangun

Tujuh Saksi Diperiksa Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI, Pembelian Gas Bumi PDPDE Sumsel dan Batubara Sarolangun
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (Ist)

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa tujuh orang saksi terkait kasus korupsi PT ASABRI, pembelian gas bumi PDPDE Sumatera Selatan dan kasus korupsi Batubara Sarolangun, Selasa (8/6/2021).

Hal ini dikatakan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Saksi yang diperiksa terkait kasus korupsi PT ASABRI yakni TAW selaku Direktur Utama PT Asia Raya Kapital yang diperiksa terkait Reksadana milik PT Asia Raya Kapital yang dibeli/disubcribe oleh PT ASABRI, RO selaku Direktur PT Oso Manajemen Investasi yang diperiksa terkait pendalaman keterlibatan Manajer Investasi (MI) dalam perkara PT ASABRI dan JMF selaku Direktur Utama PT Victoria Management Investasi yang diperiksa terkait pendalaman keterlibatan Manajer Investasi (MI) dalam perkara PT ASABRI.

"Selanjutnya RJ selaku Direktur Utama PT Citra Langgeng Otomotif yang diperiksa terkait pendalaman keterlibatan Manajer Investasi (MI) dalam perkara PT ASABRI dan BP selaku Direktur PT Anugrah Semesta Investama/Komisaris PT Treasure Fund Investama yang diperiksa terkait pendalaman keterlibatan Manajer Investasi (MI) dalam perkara PT ASABRI," ungkapnya.

Sementara, dua orang saksi lainnya yang diperiksa terkait kasus korup pembelian gas bumi oleh oleh Perusahaan Daerah (PD) Pertambangan Dan Energi (PDE) Sumatera Selatan serta kasus korupsi Batubara Sarolangun adalah S dan CMM.

"S selaku Notaris yang diperiksa terkait perencanaan dan pelaksanaan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama antara PDPDE dengan PT DKLN, sementara CMM selaku VP (Wakil Direksi) Operasi dan Pengembangan PT ICR yang diperiksa mekanisme/Standard Operating Procedure (SOP) akuisisi PT Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) oleh PT Indonesia Coal Resources (ICR)," jelasnya.

Pemeriksaan saksi ini dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan serta menemukan fakta hukum tentang sejumlah kasus tersebut.

"Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19," tambah Kapuspenkum. (*)