Breaking News

Kasus Korupsi PT ASABRI

Tujuh Berkas Perkara dan Tersangka Kasus Korupsi PT ASABRI Diserahkan ke JPU

Tujuh Berkas Perkara dan Tersangka Kasus Korupsi PT ASABRI Diserahkan ke JPU
Tujuh Berkas Perkara dan Tersangka Kasus Korupsi PT ASABRI Diserahkan ke JPU. (Ist)

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus menyerahkan tersangka dan barang bukti tujuh berkas perkara kasus korupsi PT ASABRI kepada Tim Jaksa Penuntut Umum Direktorat Penuntutan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus dan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur, Jumat (28/5/2021).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, penyerahan tujuh tersangka dan barang bukti dilaksanakan setelah ketujuh berkas perkara itu dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Tim Jaksa Peneliti (Jaksa P. 16) kemarin. 

Ketujuh berkas perkara dan tersangka yang diserahkan ke JPU yakni tersangka ARD selaku Dirut PT ASABRI periode tahun 2011 hingga Maret 2016, SW selaku Direktur Utama PT ASABRI periode Maret 2016 hingga Juli 2020 serta BE selaku Mantan Direktur Keuangan PT ASABRI periode Oktober 2008 hingga Juni 2014.

Kemudian, tersangka HS selaku Direktur PT ASABRI periode 2013 hingga 2014 dan 2015 hingga 2019, IWS selaku Kadiv Investasi PT ASABRI periode Juli 2012 hingga Januari 2017, LP selaku Direktur Utama PT Prima Jaringan serta JS selaku Direktur Jakarta Emiten.

Dijelaskan, posisi perkara tersebut yakni pada kurun waktu tahun 2012 sampai 2019, PT ASABRI telah melakukan kerjasama dengan beberapa pihak untuk mengatur dan mengendalikan dana investasi PT ASABRI dalam investasi pembelian saham melalui pihak-pihak yang terafiliasi dan investasi penyertaan dana melalui beberapa perusahaan Manajemen Investasi (MI) dengan cara menyimpangi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Perbuatan itu diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebagaimana diatur dalam UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ujar Kapuspenkum.

Pasal yang diterapkan terhadap para tersangka yakni Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Primair) serta Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Subsidair)

"Setelah selesai serah terima terhadap para tersangka kemudian ditahan kembali oleh JPU dengan tetap menahan dalam rutan selama 20 hari terhitung sejak hari ini hingga 16 Juni 2021 nanti, dengan perincian empat tersangka yaitu BE, IWS, HS dan LP ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," jelasnya.

"Sementara itu, tersangka ARD dan SW ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung, sedangkan tersangka JS ditahan di Rutan KPK," sambungnya.

Selanjutnya, tambah Leo, Tim Jaksa Penuntut Umum akan mempersiapkan Surat Dakwaan terhadap para terdakwa dan kelengkapan administrasi lainnya guna menentukan apakah perkara tersebut sudah dapat dilimpahkan ke pengadilan. (*)