Breaking News

Tim Jaksa Penyidik Kejagung Pindahkan Barang Bukti Tersangka Korupsi PT ASABRI

Tim Jaksa Penyidik Kejagung Pindahkan Barang Bukti Tersangka Korupsi PT ASABRI

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah memindahkan barang bukti yang terkait dalam perkara korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) dari JS yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 23 triliun, Senin (15/3/2021) kemarin.

Tiga barang bukti yang dipindahkan antara lain satu unit mobil Rolls Royce Phantom Coupe hitam bernomor polisi B 7 EIR, satu unit mobil Mercedes Bens type M-AMG S63 CPAT (C217CBU) dan satu unit mobil Nissan Teana hitam bernomor polisi B 1940 SAJ.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, ketiga barang bukti tersebut sebelumnya dititipkan pada pengelola Apartement Raffles Residences yang dipindahkan dan dititipkan kembali ke Kantor Pusat PT ASABRI.

Selain barang bukti milik tersangka JS, Tim Jaksa Penyidik juga memindahkan barang bukti yang terkait tersangka lainnya yakni tersangka HH pada hari ini, Selasa (16/3/2021).

"Barang bukti milik atau yang ada kaitannya tersangka HH dipindahkan hari ini yaitu satu unit mobil Ferrari Tipe F12 Berlinetta warna abu-abu metalik bernomor polisi B 15 TRM. Barang bukti ini sebelumnya dititipkan pada sebuah showroom mobil di Pondok Indah Jakarta Selatan dan sekarang dipindahkan serta dititipkan kembali ke Kantor Pusat PT ASABRI," jelas Kapuspenkum.

Pemindahan barang bukti yang berkaitan dengan kedua tersangka tersebut, dilakukan dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan menerapkan 3M.

Leonard juga mengatakan, Tim Jaksa Penyidik memulai penghitungan kerugian keuangan negara dengan mendatangkan auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia guna melakukan klarifikasi dan inventarisasi data-data yang terkait proses pengelolaan keuangan dan investasi oleh PT ASABRI.

"Klarifikasi yang akan dilakukan terhadap para saksi dan para tersangka dilaksanakan untuk menemukan dan menghitung kerugian keuangan negara yang terjadi akibat perbuatan yang diduga melawan hukum dalam perkara tersebut," katanya.

Rubrik:Nasional, Hukum
JMSI