Breaking News

Tiga Kebijakan Gubernur Aceh Nova Iriansyah Pendongkrak Ekonomi di Tengah Pandemi

Tiga Kebijakan Gubernur Aceh Nova Iriansyah Pendongkrak Ekonomi di Tengah Pandemi
Gubernur Aceh Nova Iriansyah

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com – Gubernur Aceh Nova Iriansyah, memberikan rekomendasi terkait kebijakan ekonomi di tiga sektor. Rekomendasi tersebut disampaikan sesuai dengan analisis Bank Indonesia Perwakilan Aceh, di mana ketiganya menjadi sektor ekonomi produktif dan aman dengan resiko penularan Covid-19 yang terhitung rendah.

“Adalah sektor pertanian, perikanan dan kehutanan,” demikian tiga sektor yang direkomendasikan Nova, Rabu 17/2. Rekomendasi tersebut diutarakan usai mencermati dinamika perkembangan ekonomi Aceh Tahun 2020 di masa Pandemi Covid-19, di mana ekonomi Aceh di Tahun 2021 masih dihadapkan pada tantangan yang berat dan kompleks.

Kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nova meminta untuk memprioritaskan pembukaan sektor ekonomi produktif yang berorientasi pembukaan lapangan usaha. Sesuai kewenangan masing masing, khususnya pada tiga sektor tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan dalam surat resmi yang diminta untuk ditindaklanjuti segera oleh ketiga pimpinan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) tersebut.

“Dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi, kami harap perhatian saudara untuk memprioritaskan pembukaan sektor ekonomi produktif yang berorientasi pembukaan lapangan usaha sekaligus lapangan kerja,” ujar Nova.

Selain kepada pimpinan SKPA, Gubernur Aceh juga menyampaikan rekomendasi kebijakan ekonomi kepada bupati dan wali kota se Aceh.

Rekomendasi tersebut disampaikan Nova sebagai tindak lanjut dua rekomendasi dari Bank Indonesia (BI). Di mana, BI memandang perlunya strategi kebijakan yang tepat, cepat dan terarah dalam menjaga kestabilan dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi tahun 2021.

BI menyampaikan realisasi anggaran pemerintah baik yang bersumber dari APBN, APBA dan APBK Tahun 2021 diproyeksikan memiliki efek pengganda bagi pertumbuhan ekonomi Aceh.
Hal itu dikarenakan pada setiap satu persen pertumbuhan ekonomi, dapat mengurangi angka kemiskinan sebesar 0,04% dan terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 15,05 ribu orang.

Sementara pola realisasi anggaran pemerintah Aceh selama ini (APBA/APBK) menunjukkan terjadi peningkatan pada triwulan III dan IV.

Berkenaan dengan rekomendasi BI tersebut. Nova berharap agar pola realisasi anggaran yang terjadi pada triwulan III dan IV diperbaiki dengan melakukan percepatan realisasi anggaran di triwulan awal Tahun 2021.

Pemerintah Kabupaten dan Kota harus memprioritaskan pembukaan sektor-sektor ekonomi produktif dan aman pada jasa investasi dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan sehingga terjadi keseimbangan antara peningkatan aktivitas ekonomi dan pengendalian Covid-19.

“Sektor-sektor ekonomi yang memiliki dampak tinggi terhadap perekonomian Aceh dengan risiko penularan Covid-19 yang rendah adalah sektor pertanian, perikanan dan kehutanan sehingga perlu mendapat perhatian khusus dan mendapat alokasi anggaran yang cukup,” demikian rekomendasi Nova yang disampaikan dalam surat resmi tersebut. 

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, T. Ahmad Dadek menyatakan, saat ini Pemerintah Aceh terus berupaya bertahan di tengah kondisi pandemi yang berdampak pada terpuruknya perekonomian daerah. Meskipun kenaikan angka penduduk miskin Aceh masih di bawah nasional, kata Dadek, Pemerintah Aceh terus melakukan upaya peningkatan perekonomian masyarakat terutama di tahun 2021 ini.

“Namun kita akui, harus bekerja lebih keras lagi tahun 2021 ini,” ujar Dadek.

Dadek menjelaskan, tahun 2021 Pemerintah Aceh memiliki total anggaran sebesar Rp, 9.384 T, yang terdiri dari APBA Rp. 8.058 T, APBN 1.285 dan CSR 41 M. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kemajuan di berbagai sektor dan diharapkan akan berdampak pada penguatan ekonomi.

“Total anggaran ini belum masuk Dana TP dan Tekon 2021, Dana Desa dan APBD Kab/kota,” ujar Dadek.

Dadek juga berharap agar Dana Desa juga difokuskan untuk pemberdayaan ekonomi terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 2021 sambil menunggu proses vaksinasi sehingga pandemi ini berakhir.

Dadek juga menyatakan, Pemerintah Aceh akan merangsang sektor swasta dan UMKM agar dapat bangkit di tahun 2021 ini. Sehingga pelaku UMKM bisa lebih tahan dan kreatif dalam mempertahankan keberlangsungan bisnisnya. [Advetorial]

jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI