Breaking News

Terkait Kasus Pembacokan di Lamjabat, Polisi: Pemeriksaan Saksi dan Pelaku Diintensifkan

Terkait Kasus Pembacokan di Lamjabat, Polisi: Pemeriksaan Saksi dan Pelaku Diintensifkan

Banda, Acehportal.com - Penyidik Sat Reskrim Polresta Banda Aceh terus meminta keterangan dari saksi korban dan pelaku terkait kasus penganiayaan berat yang terjadi di Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Jumat (5/3/2021) kemarin.

Kejadian penganiayaan berat yang menyebabkan orang meninggal dunia tersebut dilakukan oleh pelaku berinisial PP (21), warga setempat. Korban yang meninggal dunia berinisial RL (35) yang diketahui masih berhubungan keluarga dengan pelaku.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus meminta keterangan dari para saksi yang menjadi korban serta keterangan dari pelaku sendiri.

“Kami terus meminta keterangan pada saksi-saksi dan tersangka terkait kasus tersebut,” ujar, Sabtu (8/3/2021).

"Sementara itu, dari hasil cek urine terhadap pelaku menunjukkan negatif ini berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis Rumah Sakit Bhayangkara. Untuk motif pelaku melakukan tindak pidana penganiayaan berat tersebut masih didalami oleh penyidik," jelasnya.

AKP Ryan menjelaskan kronologis peristiwa itu yang bermula pelaku PP sedang bersama Awaluddin yakni sang ayah sekitar jam 09.30 WIB di sebuah warung sedang sarapan pagi. Kemudian, ayahnya meminta pelaku untuk membelikan rokok.

“Saat sedang dalam perjalanan, pelaku PP melihat AJS (31) yang sedang berjalan, tiba-tiba pelaku memberhentikan sepeda motor yang dikendarainya langsung memukul korban AJS dan pelaku melanjutkan perjalanannya untuk membeli rokok dan meninggalkan korban di TKP,” ungkapnya.

Setelah memberikan rokok kepada Awaluddin, pelaku mengajak ayahnya tersebut untuk kembali ke rumah dan sang ayah mengatakan pelaku agar berdiam diri di dalam kamarnya.

Namun karena warga mendatangi rumah pelaku, ia pun keluar dari kamarnya sambil mengatakan “kalian tunggu, kalian katakan aku gila” sambil mengarahkan sebilah sangkur kearah warga.

Kemudian, warga pun membubarkan diri ketika ancaman dari pelaku diarahkan ke seluruh warga yang hadir di halaman rumahnya.

Pelaku lalu menuju kerumah korban RL dengan membawa sebilah sangkur, namun saat itu pelaku bertemu dengan anak kedua korban bernama SAR yang saat itu sedang bersama kakak dan ibunya serta tetangganya AI.

“Pelaku PP hendak menikam SAR, namun korban RL mengatakan, jangan kamu pukul dia karena dia masih kecil dan pelaku pun menikam bahu korban RL dengan pisau yang digenggamnya. Melihat kejadian itu, kedua anak korban dan AI mencoba keluar rumah dan kembali masuk ke dalam rumah sambil memeluk pelaku dan korban RL pun keluar dari rumah melalui pintu belakang dengan berlumuran darah,” tutur Kasat Reskrim.

Karena dihalangi oleh anak korban berinisial ZN (14) dan AI (13), pelaku PP menikam punggung kedua anak tersebut dengan pisau yang ditangannya dan ZN melarikan diri saat itu untuk keluar rumahnya.

“Pelaku PP terus mengejar korban RL sehingga korban pun tersungkur di jalan dan pelaku menikam beberapa kali dibagian punggung korban. Warga yang melihat kejadian itu, membawa korban ke rumah sakit menggunakan becak mesin dan warga lainnya mengamankan pelaku yanh kemudian diserahkan ke polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," jelas Kasat lagi.

Dalam kejadian ini, diketahui ada empat orang menjadi korban. Dimana RL meninggal dunia di RSIA Banda Aceh, ZN dan AI mengalami luka tusukan serta AJS mengalami memar dibagian wajah.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat (3) Jo Pasal 338 dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun," tambahnya.

Rubrik:
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI