Breaking News

Terkait Dugaan Penolakan Pelayanan Kesehatan di UPTD Puskesmas Lhoek Bengkuang Saat Jam Kerja, Ini Klarifikasi Kepala Puskesmas

Terkait Dugaan Penolakan Pelayanan Kesehatan di UPTD Puskesmas Lhoek Bengkuang Saat Jam Kerja, Ini Klarifikasi Kepala Puskesmas
UPTD Puskesmas Lhoek Bengkuang. (Ist)

TAPAKTUAN, ACEHPORTAL.com - Kepala UPTD Puskesmas Lhoek Bengkuang dr. Zulfansyah memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan penolakan pelayanan pada salah seorang keluarga calon pasien yang hendak berobat pada Rabu (7/7/2021) lalu.

Menurutnya, setelah dilakukan klarifikasi kepada para staf pada waktu kejadian bahwa petugas bukan menolak memberikan pelayanan, akan tetapi dikarenakan tidak adanya dokter jaga saat itu. Petugas pun menyarankan agar berkunjung kembali saat jam siang.

"Tidak ada penolakan, saat itu saya bersama pengelola Biaya Operasional Kesehataan (BOK) Puskesmas lagi di kantor kejaksaan menjumpai kabid P2P Dinkes dalam rangka menyelesaikan program BOK bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P)," ucapnya saat menjawab konfirmasi ACEHPORTAL.com, Minggu (11/7/2021).

Zulfansyah juga menjelaskan, kenapa pertemuan tersebut berlokasi di kejaksaan sebab saat itu sedang digelar pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

"Saya juga bertemu Kadis Kesehatan dan Pak Bupati," ujarnya.

Namun demikian ia menjelaskan, di Puskesmas Lhoek Bengkuang masih minim tenaga dokter. Dimana saat ini hanya tersedia dua dokter, sehingga dalam pelayanan dirinya juga terlibat langsung memberikan pelayanan medis kepada pasien.

"Dokter di puskesmas hanya dua orang, satu orang tengah cuti melahirkan jadi tinggallah satu orang yang juga ada urusan penting dalam mengurus berkas persiapan ikut test sekolah spesialis, namun tetap aktif memberikan pelayanan, baru keluar ketika pasien sudah sepi, biasanya kalau ada saya ini tidak akan menjadi masalah, karena saya menangani pasien bila tidak ada dokter di pelayanan," terangnya.

Ia menuturkan, sesuai aturan dalam sebuah puskesmas seharusnya terdapat tiga dokter untuk memberikan pelayanan optimal. Kendati hal itu sudah pernah disampaikan ke dinkes, namun hingga saat ini masih menjadi kendala.

Sehingga, lanjut Zulfan, dalam menunjang pelayanan dirinya tidak hanya memimpin manajemen puskesmas akan tetapi ikut serta dalam memberikan pelayanan langsung.

"Jadi saya bukan hanya memimpin puskesmas di manajemen saja, tapi tetap memberikan pelayanan, namun pada saat itu pas pula hp saya masih belum selesai diperbaiki, jadi itu bukan menolak melayani, petugas menyarankan untuk kembali jam siang, namun keluarga memilih berobat di klinik terdekat dengan puskesmas yang juga telah bekerjasama dengan BPJS," tandasnya.

Editor:
Rubrik:Kesehatan