Breaking News

Tak Terima Pelayanan Dokter Spesialis Saat Berkunjung, Pemuda Aceh Selatan Nilai Pelayanan RSUDYA Tapaktuan Kurang Maksimal

Tak Terima Pelayanan Dokter Spesialis Saat Berkunjung, Pemuda Aceh Selatan Nilai Pelayanan RSUDYA Tapaktuan Kurang Maksimal
M Arhas (30), keluarga pasien yang mengeluhkan buruknya pelayanan RSUD Yuliddin Awai Tapaktuan. (Ist)

TAPAKTUAN, ACEHPORTAL.com - Pengunjung RSUD Yuliddin Awai mengeluhkan pelayanan salah satu dokter yang bertugas di Poliklinik rumah sakit umum daerah tersebut.

Pernyataan tidak puas ini disampaikan oleh salah seorang keluarga pasien asal Gampong Pulo Kambing, Kecamatan Kluet Utara, M Arhas (30).

Pasalnya, pada Kamis (10/6/2021), ia membawa orang tuanya untuk berobat di Poli Penyakit Dalam di RSUDYA, namun setelah menunggu dari pagi hingga sore sang dokter spesialis yang dimaksud tak kunjung datang.

"Bagaimana tidak kecewa, sejak pagi hingga siang kami menunggu dokter spesialis dalam dan tidak kunjung datang, dokter tersebut baru tiba pada 12.00 WIB dan hanya masuk ke poli sebentar," ungkapnya kepada wartawan di Tapaktuan, Jumat (11/6/2021).

Ia melanjutkan, setelah datang sebentar sang dokter kemudian pergi lagi tanpa pemberitahuan sama sekali kepada pasien yang sudah lama menunggu sejak pagi.

Oleh sebab itu, ia meminta agar pihak rumah sakit menyediakan dokter pengganti jika dokter yang bertugas berhalangan hadir, sehingga pasien atau keluarga tidak merasa kecewa.

"Karena kebanyakan pasien itu datang dari jauh dan mengeluarkan ongkos untuk berobat ke RSUD YA Tapaktuan," ucapnya. 

Ia menimpali, seharusnya Plt Direktur BLUD RSUDYA Tapaktuan dapat memahami kondisi masyarakat yang saat dalam ekonomi yang sulit sehingga pelayanan di rumah sakit tidak harus dipersulit lagi.

"Konon lagi, Plt Direktur itu adik sepupu dari istri Bupati Aceh Selatan, seharusnya dia bisa meningkatkan kualitas pelayanan bukan tambah hancur seperti ini," sebutnya. 

Menurutnya, di setiap sudut ruang tunggu di RSUDYA Tapaktuan saat ini ratusan pasien dengan terpaksa harus duduk dilantai yang belum tentu steril dari kuman penyakit hal ini tentu saja dapat menyebabkan bertambah parahnya kondisi kesehatan baik pasien maupun masyarakat lainnya. 

"Atas nama putra Kluet, saya berharap kepada Plt Direktur BLUD RSUDYA Tapaktuan agar lebih peka dan peduli terhadap pelayanan kepada masyarakat, buruknya pelayanan rumah sakit Tipe B kebanggaan masyarakat Aceh Selatan ini dapat menjadi preseden negatif bagi pemerintah Aceh Selatan saat ini," pungkasnya.