Breaking News

Tak Disambut Bupati atau Sekda, Para Pengunjuk Rasa Terkait Pilchiksung Bubarkan Diri

Tak Disambut Bupati atau Sekda, Para Pengunjuk Rasa Terkait Pilchiksung Bubarkan Diri(Zulkarnain/ACEHPORTAL.com)
Masyarakat Desa Sanggaberu Silulusan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis (18/11/2021) sore sekitar pukul 14.00 WIB.

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Masyarakat Desa Sanggaberu Silulusan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis (18/11/2021) sore sekitar pukul 14.00 WIB.

Aksi unjuk rasa itu digelar terkait gagalnya pelaksanaan Pemilihan Keuchik (Kades) Langsung (Pilchiksung) di Desa Sanggaberu Silulusan pada Minggu (14/11/2021) lalu.

Aksi itu dikawal personel Personel Polres Aceh Singkil dan Satpol PP-WH Aceh Singkil dan hanya disambut oleh Kabag Hukum Sekdakab Aceh Singkil, Asmaruddin.

Asmaruddin menyampaikan bahwa kebetulan pimpinan sedang tidak berada di tempat dan yang ada salah satunya hanyalah Kabag Hukum.

"Terkait apa yang disampaikan oleh saudara saya, teman-teman saya semua, akan ditampung akan saya sampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti," sebut Asmaruddin.

Mendengar apa yang disampaikan oleh Kabag Hukum, para aksi memutuskan untuk menunggu Bupati atau Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Singkil untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Dikonfirmasi, Koordinator Aksi, Burhanuddin mengatakan, mereka meminta pemerintah agar segera melaksanakan Pilchiksung di Gampong Sanggaberu Silulusan.

"Poin pentingnya adalah kita memperjuangkan aspirasi masyarakat Sanggaberu Silulusan, dimana hak mereka ini menurut mereka dizalimi atau pun ditunda oleh P2K," kata Burhan.

Disinggung, jika nantinya tuntutan tersebut tak terpenuhi, Burhan mengatakan bahwa mereka tetap mengharapkan Pemkab Aceh Singkil atau yang berwenang terkait hal itu.

"Kami tetap menunggu, menunggu hasil jawaban Pemerintah Aceh Singkil, sebagaimana itu salah satu harapan yang kami tunggu-tunggu menyangkut kedatangan kami ini," sebut Burhan.

"Namun, kalau orang itu tidak memberi kepastian dengan hari ini ataupun jam sekarang ini, kami tetap menunggu kehadiran pada pemerintah walaupun mewakilinya," sebutnya lagi.

Para aksi itu tetap menunggu kehadiran Bupati ataupun Sekda hingga pukul 17.00 WIB. Namun, kedua pejabat yang dinanti juga tak kunjung datang.

Orator Aksi, Yakarim Munir menceritakan terkait Pilchiksung Sanggaberu Silulusan bahwa uang diambil untuk dana Pilchiksung tetapi Pilchiksung tidak dilaksanakan.

"Bukan masalah nilai uangnya, tidak terlaksananya Pilchiksung apakah ini tidak menggagalkan Pilchiksung namanya ini," kata Yakarim.

Yakarim yang merupakan kuasa hukum calon nomor urut 2 yakni Amprul mengatakan, kliennya itu juga telah melaporkan P2K Sanggaberu Silulusan ke polisi.

"Masalah tindak pidana ada tidak itu penegak hukum nanti, tapi tentang dugaan penipuan, pembohongan pengelapan sudah kita laporkan oleh Bapak Amprul didampingi oleh PH," sebut Yakarim.

Disinggung dengan tidak adanya Bupati ataupun Sekda menyambut mereka, Yakarim menyampaikan bahwa ini sudah terulang kedua kalinya yang ia laksanakan demontrasi, sebelumnya Gampong Siti Ambia dan Suka Makmur

"Beliau (Bupati) juga tidak ada, Sekda ada, mengatakan (waktu itu) nanti saya telpon Pak Bupati dan dia mau katanya shalat tiba-tiba tak datang, ini lagi (hari ini) katanya ke Kantor DPRK saya kejar, sampai sana nggak ada," tutur Yakarim.

Ketika ditanyai langkah selanjutnya, Yakarim mengungkapkan bahwa kalau dirinya masih hidup lagi.

"Kalau rakyat nanti sudah capek, saya akan orator sendiri, kepenegakan hukum sudah kita laporkan, tinggal nanti penyelidikan," pungkas Yakarim dengan muka kesal.

Dengan tidak adanya disambut Bupati maupun Sekda Aceh Singkil, para aksi unjuk rasa ini membubarkan diri mengingat waktu yang disepakati hanya sampai pukul 17.00 WIB.

Untuk diketahui, desa yang telah ditetapkan ikut serta untuk menyelenggarakan Pilchiksung secara serentak di Aceh Singkil sebanyak 42 desa, diantaranya adalah Desa Sanggaberu Silulusan.

Namun pada hari H pelaksanaan Pilchiksung hanya diikuti sebanyak 41 desa, sementara Pilchiksung desa yang dimaksud itu tak dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) setempat.

Editor:
Rubrik:Peristiwa