Breaking News

Seorang Nelayan di Singkil Meninggal Dunia Diterkam Buaya, Begini Kronologisnya

Seorang Nelayan di Singkil Meninggal Dunia Diterkam Buaya, Begini Kronologisnya

Singkil, Acehportal.com - Seorang nelayan warga Gampong Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil yakni Sojinema Zega (36) meninggal dunia usai diterkam buaya saat mencari ikan.

Hal ini dibenarkan salah seorang keluarga yakni Asriaman Zega, saat dikonfirmasi Acehportal.com melalui telepon seluler. Ia membenarkan yang meninggal dunia karena terkaman buaya itu adalah keluarganya.

"Pada Rabu malam sekitar pukul 1 dinihari, kejadian tersebut menimpa saudara kita, kami sangat terkejut sekali mendengar beritanya," ungkap Asriaman, Kamis (18/2/2021).

Asriaman juga mengatakan, saudaranya saat itu sempat berenang ke perahu untuk menyelamatkan diri dari kejaran buaya. "Namun, takdir sudah berkata lain, saudara kita tidak bisa tertolong," katanya.

Asriaman menambahkan, diketahui rekan saudaranya satu perahu berjumlah lima orang. "Cuma saudara kita yang dapat musibah, temanya yang lain selamat," tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Meidisin juga membenarkan kejadian tersebut menimpa warganya. "Korban meninggalkan lima orang anak dan satu isteri," pungkas dia.

*Keterangan Kapolsek Pulau Banyak

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pulau Banyak, Iptu Wiyatno yang dikonfirmasi secara terpisah juga membenarkan hal tersebut.

"Benar, satu orang masyarakat nelayan Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, meninggal diterkam buaya saat berenang di sekitar Pulau Banda, Pulau Banyak Barat," jelasnya.

Iptu Wiyatno mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis dini hari saat korban berenang bersama empat rekannya di kawasan Pulau Banda.

"Saat sedang berenang bersama empat orang rekannya di Pulau Banda. Perairan Pulau Banyak Barat, adapun indentitas Korban bernama Sojinema Zega (36) tahun," kata Kapolsek.

Namun, Iptu Wiyatno juga mengatakan, dari peristiwa terkaman buaya itu ada empat rekan korban yang selamat.

"Masing- masing adalah Onius Gulo, (27), Eli Yudi Gulo (24), Dirianus Gea' (22), Erlin Zai (19)," terangnya.

Sementara, saat ditanyai mengenai kronolis kejadian, Kapolsek menjelaskan, Rabu malam korban bersama empat rekannya melaut ke perairan Pulau Banda dan sekitarnya dengan mengunakan perahu.

"Dengan maksud berenang malam untuk cari ikan dan teripang, setiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB, korban dengan tiga rekannya turun berenang. Sementara satu orang lainnya berada di atas perahu," ungkap dia.

"Setelah beberapa lama kemudian, sekira pukul 24.30 WIB korban berteriak "tolong ada buaya", mendengar ada teriakan ketiga rekan korban mengejar dan menghampiri korban yang sedang diterkam buaya," jelasnya.

Kemudian, kata Iptu Wiyatno, salah seorang teman korban sempat menusuk buaya tersebut dengan tombak ikan hingga buaya tersebut melepaskan korban dari mulutnya.

"Setelah kejadian tersebut sekitar pada pukul 01.30 WIB dini hari, rekan korban membawa korban kembali ke rumah di Desa Ujung Sialit dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata dia lagi.

Saat ini, korban disemayamkan dirumah duka. "Direncanakan pada siang ini akan dimakamkan di pemakaman umum Desa Ujung Sialit," tandasnya.

Rubrik:Daerah, Peristiwa