Breaking News

Sempat Dirawat Dua Hari, Anak Gajah yang Terjerat di Aceh Jaya Akhirnya Mati

Sempat Dirawat Dua Hari, Anak Gajah yang Terjerat di Aceh Jaya Akhirnya Mati(Dok. pixabay/Comfreak)
Ilustrasi Gajah sumatra yang merupakan satwa liar yang dilindungi, saat ini kondisinya hampir punah.

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Seekor anak gajah yang terjerat di kawasan hutan di Aceh Jaya akhirnya mati setelah sempat mendapatkan perawatan medis selama dua hari kemarin.

Hewan bernama latin Elephas Maxipmus Sumatrensis tersebut sebelumnya dirawat di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar.

"Betul. Kita tidak bisa melanjutkan penyelamatannya," ujar Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto saat dikonfirmasi Selasa (16/11/2021) melalui pesan singkat WhatsApp.

Informasi kematian anak gajah ini diperoleh pagi tadi dari tim medis di lapangan yang merawat anak gajah tersebut. Kematiannya diduga karena kondisi luka yang sudah parah dan adanya infeksi.

Saat ini, tim medis di lapangan sedang melakukan nekropsi (autopsi dengan mengambil bagian organ dalam) terhadap bangkai anak gajah tersebut untuk mengetahui lebih pasti penyebab kematiannya.

"Informasinya tadi pagi saya dapat dari tim medis di lapangan karena kondisi luka sudah parah, ada infeksi itu mungkin yang menjadi faktor penyebab (matinya), tapi pastinya sedang dilakukan nekropsi," ungkap Agus.

"Belalai putus kena jerat sudah lama, jadi pada saat kita selamatkan juga posisi jerat sudah putus, makanya kita cari hari Sabtu baru dapat hari Minggu, berdasarkan informasi masyarakat kita bergerak," jelasnya. 

"Kita bawa ke Saree untuk diobati, kita sudah maksimal melakukan pengobatan dua hari di Saree, ini sedang nekropsi," lanjut dia. 

Diketahui sebelumnya, belalai anak gajah betina yang berusia sekitar satu tahun tersebut nyaris putus sehingga membuat satwa itu sulit makan dan kondisi tubuh yang kurus. 

Anak gajah yang terpisah dari rombongannya itu dievakuasi pada Sabtu (13/11/2021) kemarin di wilayah Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya.

Editor:
Rubrik:Daerah