Breaking News

Sebut BEM UI Jangan Terlihat Pandir, Ade Armando Dikecam Netizen dan Alumni UI

Sebut BEM UI Jangan Terlihat Pandir, Ade Armando Dikecam Netizen dan Alumni UI
Dosen Universitas Indonesia Ade Armandho di Polda Metro Jaya, Rabu 20 November 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

DEPOK - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando jadi trending topic di Twitter usai menanggapi kritikan BEM UI terhadap Presiden Jokowi.

Pakar komunikasi itu menilai bahwa substansi dari kritikan tersebut dangkal.

“Maaf ya, mereka memang masuk UI dan terpilih jadi BEM. Tapi kan memang gak ada jaminan bahwa mereka pintar,” katanya melalui cuitan Twitter @adearmando1 pada Minggu, 28 Juni 2021.

Pada cuitannya yang lain, Ade Armando mengatakan bahwa ia menghargai kebebasan berekspresi dan ia meminta agar BEM UI tidak terlihat terlalu pandir. Sehingga ia mempertanyakan apakah mahasiswa anggota BEM UI menyogok untuk menjadi diterima di kampus kuning itu.

Akibatnya, banyak netizen yang mengecam sikap Ade Armando yang berujung dirinya menjadi trending topic di Twitter Indonesia.

Di samping itu, sejumlah alumni UI merilis surat terbuka pada Senin, 28 Juni 2021 meminta Ikatan Alumni UI (Iluni UI) untuk menindak tegas dan memberikan sanksi organisasi kepada Ade atas komentar-komentarnya.

"Pernyataannya yang mencemarkan nama baik Universitas Indonesia, almamater kami semua," demikian tertulis pada surat terbuka tersebut.

Terdapat 16 orang nama alumni “jaket kuning” yang tertera pada surat terbuka yang menanggapi tanggapan Ade terhadap kritik BEM UI tersebut, antara lain Fajar Adi Nugroho (FH UI 2016), Rozy Brilian Sodik (FH UI 2017), Manik Marganamahendra (FKM UI 2015), Tomy Suryatama (FT UI 1989), Ramadhani Akrom (FISIP 81), Andy Azisi Amin (FEB UI 87)  hingga kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra yang merupakan alumni Hubungan Internasional UI angkatan 1997.

Rubrik:News
Sumber:Tempo.co