Satu Tersangka Korupsi PT AMU Ditahan

Satu Tersangka Korupsi PT AMU Ditahan(Dok. Kejaksaan Agung RI)
Tersangka AFS selaku Direktur Operasional Ritel PT Askrindo sekaligus Komisaris PT AMU saat hendak ditahan ke Rutan Salemba Cabang Kejari Jakarta Selatan.

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus menetapkan satu tersangka terkait kasus korupsi dalam pengelolaan keuangan PT Askrindo Mitra Utama (AMU) Tahun Anggaran 2016-2020, Senin (8/11/2021).

Tersangka yang dimaksud yakni AFS selaku Direktur Operasional Ritel PT Askrindo sekaligus Komisaris PT Askrindo Mitra Utama.

"Untuk mempercepat proses penyidikan, tersangka AFS pun kini ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejari Jakarta Selatan sela 20 hari kedepan," ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Leo menjelaskan, dalam kurun waktu antara tahun 2016 hingga 2020, terdapat pengeluaran komisi agen dari PT Askrindo kepada PT Askrindo Mitra Utama (anak usaha) secara tidak sah.

Pengeluaran komisi tersebut dilakukan dengan mengalihkan produksi langsung (direct) PT Askrindo menjadi seolah-olah produksi tidak langsung melalui PT AMU (indirect).

Sebagian diantaranya, dikeluarkan kembali ke oknum di PT Askrindo secara tunai, seolah-olah sebagai beban operasional tanpa didukung dengan bukti pertanggungjawaban (dilengkapi dengan bukti pertanggungjawaban fiktif), sehingga menimbulkan kerugian negara.

"Penyidik mengamankan dan menyita sejumlah uang share komisi sejumlah Rp 611.428.130, USD 762.900 dan SGD 32.000. Saat ini sedang dihitung kerugian negara oleh BPKP, pperan tersangka AFS yaitu meminta dan menerima bagian share komisi yang tidak sah dari PT AMU," jelasnya.

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Primair) serta Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Subsidiar).

"Dengan ditetapkannya AFS sebagai tersangka, kini tersangka dalam kasus tersebut berjumlah tiga orang. Sebel ditahan tersangka AFS diperiksa kesehatannya dan swab antigen dengan hasil sehat dan negatif Covid-19," tambah Kapuspenkum. (*)

Editor:
Rubrik:Hukum