Ungkap Dua Kasus Narkoba di Lokasi Berbeda

Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe Amankan 7 Tersangka dan 2 Kilogram Sabu

Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe Amankan 7 Tersangka dan 2 Kilogram Sabu(Dok. Polres Lhokseumawe)
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto didampingi Wakapolres, Kompol Deddy Darwinsyah bersama Kasat Resnarkoba, Iptu Muhammad Hadimas dan Kasubbag Humas, Salman Alfarisi saat konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/11/2021).

LHOKSEUMAWE, ACEHPORTAL.com - Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe membekuk empat tersangka penyalahgunaan narkotika serta menyita barang bukti satu kilogram lebih sabu-sabu di Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara yang merupakan wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/11/2021) mengatakan, empat tersangka yang ditangkap yaitu WP (27) dan MJ (24), warga Kecamatan Kuta Makmur, FB (27) warga Kecamatan Nisam, Aceh Utara serta FS (25) warga Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Kapolres menjelaskan, kronologis penangkapan berawal pada Selasa (9/11/2021) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB, Unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe menerima informasi dari masyarakat bahwa tersangka MJ kerap melakukan transaksi jual beli sabu di wilayah Kuta Makmur.

Kemudian, tim Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan dan menyamar sebagai pembeli dan disepakati transaksi dilakukan di sebuah rumah yang juga berada di kawasan Kuta Makmur.

Ketika tiba di rumah tersebut, terdapat tiga pria yakni WP, FB dan MJ. Bahkan, petugas yang menyamar juga melihat satu bungkus besar yang diduga barang bukti sabu yang dikemas dalam kemasan teh China.

"Kemudian anggota lain masuk dan langsung melakukan penggerebekan menangkap tiga tersangka serta menyita barang bukti yang dibungkus dengan kemasan teh China berwarna hijau bertuliskan Guanywang," ujarnya.

Kemudian, petugas melakukan pengembangan terhadap tiga tersangka. Kepada polisi, ketiganya mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seorang penghubung tersangka yang berinisial FS.

"Dari keterangan tiga tersangka ini, tim kita kembali berhasil menangkap FS," kata Kapolres yang juga didampingi Wakapolres, Kompol Deddy Darwinsyah bersama Kasat Resnarkoba, Iptu Muhammad Hadimas dan Kasubbag Humas, Salman Alfarisi.

Empat tersangka itu juga mengaku, barang tersebut didapatkan dari S dan F yang kini telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan tujuan untuk diperjualbelikan kepada orang lain.

Terhadap keempat tersangka, dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati, penjara seumur hidup atau paling singkat enam tahun kurungan dan denda maksimal Rp 8 miliar.

Lokasi Berbeda, Polisi Juga Amankan Tiga Tersangka dan Satu Kilogram Sabu

Sementara itu di lokasi yang berbeda, Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe juga meringkus tiga tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu di kawasan Muara Dua, Kota Lhokseumawe dan Kecamatan Madat, Aceh Timur.

Tiga tersangka yang dibekuk berinisial IM (36) dan IB (31), warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara serta SM (32) warga Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

"Selain menangkap tiga tersangka, tim juga menyita barang bukti dua buah plastik kresek warna hijau yang di dalamnya terdapat satu bungkus besar barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 1.051 gram," jelas Kapolres.

Penangkapan, ini berawal dari informasi masyarakat bahwa di kawasan Kandang, Muara Dua, Kota Lhokseumawe, IB kerap melakukan transaksi jual beli narkoba di wilayah Kota Lhokseumawe dan luar kota dalam jumlah besar.

Menindak lanjuti informasi tersebut, unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut dan ternyata informasi itu benar. 

Salah satu personel juga melakukan penyamaran sebagai pembeli. Saat transaksi dengan penjual sabu ini, tersangka IB mengarahkan urtuk mengambil barang tersebut di sebuah rumah di Kecamatan Madat, Aceh timur.

Kemudian, lanjut AKBP Eko Hartanto, tim bergerak ke rumah tersebut dan langsung melakukan penggerebekan.

"Dari penggerebekan ini, tim mengamankan dua tersangka yakni IB dan SM. Tersangka SM memperoleh sabu dengan cara membeli yang diantar oleh suruhan seorang berinisial B (DPO) dengan harga Rp 340 juta, hutang," ungkapnya.

"Lalu, sabu tersebut dijual kepada anggota yang menyamar seharga Rp 350 juta. Keuntungan yang didapat Rp 10 juta, sedangkan IB mendapat upah Rp 5 juta sebagai penghubung, jika barang tersebut terjual," sebut Kapolres lagi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 Jo pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Editor:
Rubrik:Hukum