Breaking News

Rel KA Ganggu Usaha Warga

(Analisa/khaddin) REL KA: Seorang warga melintasi jalan seputaran rel KA di Dusun Balee Baroh, Gampong Cot Seurani, Muara Batu, Aceh Utara, belum lama ini.
(Analisa/khaddin) REL KA: Seorang warga melintasi jalan seputaran rel KA di Dusun Balee Baroh, Gampong Cot Seurani, Muara Batu, Aceh Utara, belum lama ini.

AP, Lhokseumawe - Timbunan pembangunan rel kereta api di Krueng Mane dinilai mengganggu aktivitas puluhan tempat usaha pemeliharaan ayam potong milik warga di Dusun Balee Baroh, Gampong (desa) Cot Seurani, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Keberadaan timbunan tinggi ini dilaporkan membuat usaha di sisi rel setempat mulai lumpuh akibat kendaraan tidak bisa lagi keluar masuk membawa bibit, pakan dan mengangkut ayam untuk dipasarkan.

“Sebelum pembangunan rel, ada jalur jalan langsung tembus ke tempat usaha, tapi saat ini terhalangi timbunan yang terlampau tinggi,” ujar seorang warga Cot Seurani, Mutir Hasan, belum lama ini.

Menurutnya masyarakat tidak menolak pembangunan rel kereta api, tapi pihaknya meminta pemerintah mempercepat pembangunan jalan dan saluran di tepi rel sehingga aktivitas usaha warga tidak terhambat dan normal kembali seperti biasanya.

“Saat penimbunan rel, kami sudah mendapatkan kabar di sampingya akan dibangun jalan dan saluran. Tapi, sampai saat ini, jangankan pembangunan jalan, pembebasan tanah pun belum ada,” sebutnya.

Dikatakan sebelum penimbunan rel kereta api, aktivitas usaha pemeliharaan ayam berjalan lancar karena kendaraan dapat mengangkut bibit, pakan atau ayam dengan mudah. Tapi saat ini akses sudah tertutup timbunan badan rel.

“Bila pembangunan jalan di tepi rel antara Gampong Cot Seurani dan Tanoh Anoe dilaksanakan, akses terbuka kembali dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali lancar seperti biasanya,” sebutnya.

Disebutkannya, timbunan badan rel kereta api tersebut membuat sejumlah kandang tempat usaha memelihara ayam potong warga di daerah ini sudah lima bulan terbengkalai. Mereka mengaku kehilangan pendapatan mencapai Rp5 juta/bulan.

“Untuk itu, kami meminta pemerintah mempercepat pembangunan jalan dan saluran pembuangan di sisi rel agar pemukiman penduduk tidak banjir dan aktivitas usaha berjalan lancar,” tutupnya.

Pantauan Analisa, pada 2015, pembangunan rel kereta api dari Stasiun Krueng Mane- Bireuen kembali dilanjutkan dengan penimbunan badan untuk lintasan rel. Begitu juga di Krueng Mane, beberapa titik sudah terpasang rel.

Sumber: Analisa

Rubrik:Daerah, News
JMSI