Breaking News

Rekontruksi Cucu Bunuh Neneknya di Aceh Tamiang

Rekontruksi Cucu Bunuh Neneknya di Aceh Tamiang
Adegan tersangka bersama temannya ketika melakukan pembunuhan terhadap korban (ist).

KUALASIMPANG, ACEHPORTAL.com - Polres Aceh Tamiang gelar rekonstruksi kasus pembunuhan nenek oleh cucu bersama temannya di Dusun Setia, Kampung Purwodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Senin (26/4/2021).

Prosesi reka ulang pembunuhan tersebut dilaksanakan di Mapolres setempat, oleh kedua tersangka yang berinisial ABS (17) cucu korban dan BWY (18) teman cucu korban.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim IPTU Fauzan Zikra menerangkan, pelaksanaan rekonstruksi sudah selesai, jumlah rekonstruksi ada 22 adegan dan dilaksanakan di Mapolres, Ujar Kasat Reskrim.

Menurut Kasat, adegan pertama, dua dan tiga dilakukan saat kedua pelaku mengendarai motor menunju rumah korban pada pukul 22.30 WIB, untuk mengambil baju milik ABS.

Sementara di adegan ke empat, lima, enam dan tujuh sekitar pukul 23.30. WIB para pelaku kembali kerumah tersebut, dengan cara masuk melalui pintu belakang, kemudian mendobrak kamar korban, jelas Kasat.

Kemudian adegan selanjutnya korban yang keluar dari kamarnya, seraya menyenter tersangka sambil bertanya “apa maksud serta tujuan datang kembali, lalu tersangka ABS menjawab "akan tidur dirumah korban”, yang langsung menuju kelantai dua. 

Pada adegan ke sembilan dan sepuluh, korban dan saksi Risa turun dari lantai dua, menuju lantai satu.

Saat itu saksi yang sudah berada di lantai satu melihat tersangka dan korban masih berada di pertengahan tangga dan kemudian menolak korban hingga terjatuh dari tangga.

“ Saksi yang juga sepupu tersangka bertugas menjaga korban setiap hari, melihat langsung kejadian tersebut”.

Dan di adegan ke sebelas, saat korban terjatuh saksi mencoba menolong, namun tersangka langsung turun memegang kepala saksi dan hendak mematahkannya.

Korban yang masih dalam kondisi sadar, mencoba menolong saksi, namun saat itu pelaku langsung menyerang korban dengan cara mencekiknya. 

Tidak hanya itu, lanjut Kasat, tersangka terus mendorong korban ke diding kamar, saksi kembali mencoba membantu dengan memegang tangan pelaku.

Melihat perlawanan saksi, tersangka memanggil temannya BWY untuk membantunya sambil berkata “Bob sini pegang”, hal tersebut terungkap pada adegan ke dua belas, kata Kasat.

Selanjutnya pada adegan tiga belas, hingga dua puluh dua, tersangka BWY memegang lengan saksi hingga ke empat orang tersebut terjatuh.

Saat jatuh, sambung Kasat, tersangka langsung menduduki perut korban, sementara saksi dalam posisi miring dan dibekap oleh tersangka BWY, ungkap Kasat.

Melihat korban sudah tidak bergerak lagi, kemudian tersangka mengambil cincin yang ada dijemari korban, lalu masuk kedalam kamar.

Selanjutnya tersangka bertanya pada saksi ” cincin ini asli apa palsu, saksi menjawab “Tidak Tahu” dan kembali tersangka bertanya “Dompet Nenek sama perhiasan lainnya dimana?” saksi kembali menjawab “Ya Mana Aku Tahu”.

Setelahnya tersangka menemukan dompet korban yang berisi uang kontan Rp.500 ribu dan membawa mayat korban keruangan sholat.

Kedua pelaku meninggalkan rumah, sambil berkata ke pada saksi “untuk menutup pintu belakang”. 

Atas perbuatannya, tersangka pelaku di jerat pasal 340 yo pasal 339, yo pasal 365, yo pasal, 55, yo, 56 KUHPidana yo Undang-undang RI nomor 11 tahun 2012 tentang peradilan anak. pungkas Kasat.

Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues