Breaking News

Realisasi Pelaksanaan APBN Hingga Mei 2021

Realisasi Pelaksanaan APBN Hingga Mei 2021
Kakanwil DJPb Aceh, Syafriadi saat diwawancarai oleh awak media. (ACEHPORTAL.com)

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Tren kasus harian Covid-19 kembali mencatat kenaikan kasus yang meningkat. Disaksikan bahwa kasus harian Covid-19 di Indonesia selama libur Idul Fitri telah dapat turun cukup tajam.

Namun demikian, saat ini perlu diwaspadai gelombang baru pasca libur lebaran, mengingat riwayat kasus harian sebelumnya yang selalu meningkat setelah libur panjang. Untuk Aceh sendiri, tingkat keterisian rumah sakit juga menunjukkan angka yang meningkat.

Percepatan program vaksinasi yang merupakan salah satu program game changer yang sangat digalakkan pemerintah juga terus ditingkatkan sebagai upaya pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi yang solid.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kakanwil DJPb) Aceh, Syafriadi dalam kegiatan Media Meeting berjudul "Memperkuat Kinerja APBN: Menjaga Optimisme Dalam Mendukung Akselerasi Pembangunan (Realisasi Pelaksanaan APBN sampai dengan Mei 2021)" di Kanwil DJPb Aceh, Gedung Keuangan, Banda Aceh, Selasa (15/6/2021) sore.

Sampai dengan tanggal 23 Mei 2021, data menunjukkan bahwa program Vaksinasi telah dilakukan di 176 negara dengan total dosis yang telah diberikan sebanyak 1,65 milyar dosis, dan 24,84 juta dosis vaksin telah diberikan di Indonesia.

Berdasarkan geliat dan aktivitas ekonomi hingga bulan kelima yang lalu, pemerintah memiliki keyakinan bahwa pada Kuartal II 2021 akan dapat meningkat. Hal ini didorong oleh technical rebound dan pemulihan aktivitas ekonomi yang semakin solid.

"Selain itu, pertumbuhan positif juga didukung oleh pola siklus bisnis yang lebih intensif pada kuartal II 2021 seperti momentum idul fitri, serta libur tahun ajaran baru. Dengan kondisi demikian, Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 ini akan mencapai 4,5 sampai dengan 5,3 persen (yoy)," ungkapnya.

"APBN akan terus bekerja keras untuk melanjutkan momentum perbaikan ini, ditunjukkan dengan peningkatan penerimaan negara dan pertumbuhan belanja negara, serta kondisi kas yang lebih optimal," kata Syafriadi.

*Kinerja APBN di Aceh

Dalam paparannya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Syafriadi menyampaikan, akselerasi realisasi belanja pemerintah di Aceh harus terus dilakukan untuk menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi.

Realisasi APBN di Aceh sampai dengan 31 Mei 2021 lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun 2020 dan 2019. Dimana, total realisasi belanja pemerintah pusat per 31 Mei sebesar 4,87 triliun (34,21% dari total pagu 14,24 triliun).

Catatan kinerja belanja Pemerintah Pusat di Aceh juga disampaikan oleh Syafriadi, diantaranya tren realisasi belanja pegawai pada bulan Mei mengalami kenaikan karena adanya pembayaran THR, realisasi belanja modal di Aceh (31,61%) lebih besar dari rata-rata nasional (25,06%), dana Bansos disalurkan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang penyalurannya sesuai dengan jadwal kampus serta persentase realisasi belanja Bansos di Aceh (45,87%) lebih besar dari rata-rata nasional (44,95%).

"Untuk realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa sendiri mencatat total realisasi per 31 Mei 2021 sebesar 11,96 triliun (34,73% dari alokasi 34,43 triliun)," bebernya.

Dimana, persentase realisasi DBH di Aceh (50,99%), lebih besar dari rata-rata nasional (36,19%), realisasi DAK per 31 Mei sebagian besar berupa dana BOS (651 miliar) dan tunjangan guru (515 miliar), realisasi penyaluran Dana Otsus Aceh sebesar 30% sesuai dengan tahapan penyaluran Otsus Tahap I (30% dari pagu) serta persentase realisasi Dana Desa di Aceh (33,55%) lebih besar dari rata-rata nasional (31,02%).

“Kinerja yang baik ini sejogja terus dijaga ritmenya, bahkan ditingkatkan agar realisasi belanja pemerintah yang lebih baik diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi” jawab Syafriadi. 

*Pemulihan Ekonomi dan Program PEN 

Kemudian, Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diharapkan dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi. Salah satunya melalui program perlindungan sosial, diharapkan dapat menjaga tingkat konsumsi rumah tangga kelompok miskin dan rentan.

Program Padat Karya juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal sehingga memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi di Aceh.

Realisasi Program PEN di Aceh sampai dengan 11 Juni 2021, mencatat beberapa peningkatan, yaitu untuk kluster Perlindungan Sosial telah tersalurkan sebesar Rp1,56 T, kluster Program Prioritas yang terdiri dari program padat karya K/L mencatat realisasi Rp789,328 M dan menyerap tenaga kerja 18.982 orang.

"Selain itu, untuk kluster Dukungan UMKM telah tersalurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp97,11 M bagi 80.928 pelaku usaha sektor UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat penyaluran sebesar Rp821,4M bagi 23 ribu debitur, serta untuk pelaku usaha kecil yang unbankable telah tersalurkan pembiayaan Ultramikro (UMi) sebesar Rp46,73 M bagi lebih dari 13 ribu debitur," jelasnya.

Stimulus fiskal melalui Belanja APBN beserta instrumen Program PEN di berbagai sektor diharapkan memberikan manfaat yang besar dalam upaya penyelamatan dan pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Sebagai game changer pemulihan ekonomi di 2021, maka kesuksesan program vaksinasi, program PEN dan reformasi struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja, akan sangat membutuhkan dukungan seluruh elemen dalam implementasinya. 

Momentum pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi yang sedang terjadi di Indonesia perlu terus dijaga dengan dukungan kerja keras APBN, serta pelaksanaan Protokol Kesehatan yang lebih disiplin dan terkendali.

"Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja APBN agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kesejahteraan masyarakat," kata Kakanwil lagi.

Kanwil Ditjen Perbendaharaan Aceh beserta seluruh KPPN yang berada di Aceh akan senantiasa siap bersinergi dalam upaya untuk meningkatkan kualitas kinerja pelaksanaan APBN di Kementerian/Lembaga serta pemerintah daerah agar belanja pemerintah semakin berkualitas.

Editor:
Rubrik:Ekonomi, Umum