Breaking News

Rampas dan Bawa Kabur Handphone Mantan Kekasih, Pria Ini Berurusan dengan Polisi

Rampas dan Bawa Kabur Handphone Mantan Kekasih, Pria Ini Berurusan dengan Polisi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Cemburu karena mantan kekasih sering terlihat bersama orang lain, lelaki berinisial FA (25) warga asal Aceh Timur merampas dan membawa kabur handphone milikantan kekasihnya berinisial LR, warga Aceh Besar.

Korban yang tidak terima atas perlakuan tersebut pun langsung melaporkan pelaku ke pihak kepolisian setempat. Kejadian ini terjadi di kawasan Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh pada 16 Maret lalu.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kapolsek Lueng Bata, AKP Ritian Handayani mengatakan, petugas yang menerima laporan korban langsung melakukan penyelidikan.

“Kami dari Polsek Lueng Bata setelah menerima laporan polisi dari korban terus melakukan pendalaman dan penyelidikan, ternyata kasus yang menimpa korban kedua kalinya setelah terjadi di wilayah hukum Polsek Kutabaro pada tahun 2020 silam,” sebut AKP Ritian, Rabu (24/3/2021).

Menurut Kapolsek, antara korban dan pelaku pernah mejalin hubungan, namun kandas di tengah jalan. Sehingga, FA melakukan tindak pidana perampasan. Saat perampasan itu terjadi, pelaku juga sempat mengancam korban akan dibunuh jika melaporkan hal itu ke orang tuanya.

Dengan kasus yang sangat mengancam jiwa korban, tim Opsnal Polsek Lueng Bata terus mencari keberadaan pelaku dan Selasa (23/3/2021) kemarin sekira 19.30 WIB, FA diamankan di terminal kawasan Gampong Santan, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

“Disini, saya selaku Kapolsek memimpin penangkapan terhadap pelaku yang pada saat itu mengakui HP milik korban berada di salah satu toko ponsel kawasan Lampaseh untuk diinstal ulang dengan niat akan dijual dan barang bukti tersebut kami amankan,” tutur Kapolsek.

Berdasarkan keterangan korban, ia sempat meminta kembali handphonenya secara baik-baik, namun tak diberikan pelaku dengan berbagai macam alasan.

Pelaku yang menjalani proses interogasi di ruang pemeriksaan mengaku, sebenarnya ia ingin memiliki handphone milik korban. Diketahui, handphone pertama yang sempat diambil sebelumnya telahbterjual senilai Rp 800 ribu kepada orang lain.

Dalam kasus ini, personel Polsek Lueng Bata mengamankan handphone korban dan motor pelaku sebagai barang bukti.

Hingga kini pelaku masih menjalani proses pemeriksaan di Mapolsek Lueng Bata dan dijerat dengan Pasal 368 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Rubrik:Hukum
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI