Breaking News

Puncak Peringatan HORI Ke-75 Perwakilan Kemenkeu Aceh

Puncak Peringatan HORI Ke-75 Perwakilan Kemenkeu Aceh
Puncak Peringatan HORI Ke-75 Perwakilan Kemenkeu Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Perwakilan Kementerian Keuangan Aceh menggelar acara Puncak Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) Ke-75 berlokasi di GKN Banda Aceh, Jumat (5/11/2021).

Kegiatan dilakukan secara hybrid dengan jumlah peserta tatap muka terbatas dan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan.

Satker Kemenkeu di luar Banda Aceh serta pegawai yang tidak dapat mengikuti kegiatan offline, tetap dapat menikmati kemeriahan acara melalui aplikasi pertemuan virtual.

Kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian perlombaan yang telah mulai dilaksanakan dari akhir September.

Jenis perlombaan yang dilaksanakan telah didesain agar dapat diikuti oleh Satker Kemenkeu tidak hanya yang berlokasi di Banda Aceh, namun juga untuk yang tersebar di seluruh penjuru Aceh. 

Jenis perlombaan juga telah disesuaikan dengan kondisi pandemi, dalam rangka pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19.

Peringatan HORI Ke-75 Perwakilan Kemenkeu Aceh yang mengambil tagline “Muda Kuat,Tua Sehat, Mati Masuk Surga” ini terdiri dari 6 cabang perlombaan yaitu Virtual Gowes, Virtual Run, Virtual Walk, Kantor Sehat, Six-Pack Challenge, serta TikTok Challenge.

Virtual Gowes diikuti oleh sebanyak 36 tim (180 peserta), Virtual Run diikuti oleh 51 tim (265 peserta), Virtual Walk diikuti oleh 102 tim (578 peserta), Kantor Sehat diikuti oleh 27 kantor, Six-pack Challenge diikuti oleh 16 peserta, TikTok Challenge diikuti oleh 10 tim/peserta.

Dalam kegiatan Puncak ini Kemenkeu turut mengundang pimpinan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Bank Syariah Indonesia (BSI) serta Pegadaian Syariah Perwakilan/Cabang Aceh.

Tiga narasumber dari Bank Indonesia, Pegadaian Syariah serta BSI melakukan sosialisasi, masing-masing dengan tema ‘Cinta, Bangga dan Paham Rupiah’, ‘Program Tabungan Emas’ serta ‘Pembiayaan Multiguna Online’.

Selain itu dilakukan juga lomba ‘Plank’ secara real time. Terdapat 5 peserta dari Satker Kemenkeu di luar Banda Aceh yang mengikuti melalui zoom meeting, serta 11 peserta yang mengikuti di lokasi acara.

Catatan plank terlama dengan durasi 25 menit 37 detik, diraih oleh pegawai dari Kanwil DJBC Aceh, Habib Alfadly.

Masih dalam rangkaian HORI Ke-75, Perwakilan Kemenkeu Aceh bekerja sama dengan PMI Kota Banda Aceh juga melaksanakan donor darah pada tanggal 27 Oktober 2021 dengan jumlah pendonor sebanyak 115 orang dan total darah yang berhasil disumbangkan adalah 40.250 cc.

Selanjutnya, pegawai Kementerian Keuangan Aceh juga melakukan pengumpulan donasi mandiri untuk memperbaiki Balai Pengajian Desa Ateuk Pahlawan dengan perolehan total donasi sebesar Rp67.484.116,00.

Dalam Laporannya, Ketua Panitia HORI Ke-75 yang diemban oleh Kepala Kanwil DJP Aceh, Imanul Hakim, mengatakan bahwa tujuan dari pemilihan jenis perlombaan HORI tahun ini yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah untuk lebih menguatkan lagi Kemenkeu Satu.

Perlombaan juga didesain untuk dapat diikuti oleh pegawai Kemenkeu lintas Unit Eselon I dalam satu tim.

Ketua Panitia berharap agar rangkaian perlombaan dapat menjadi trigger bagi pegawai Kemenkeu Aceh dalam membentuk budaya hidup sehat.

"Tidak hanya selama periode pertandingan, tapi diharapkan dapat dilanjutkan seterusnya," ujarnya.

Hal tersebut diperkuat juga dengan pernyataan dari Kepala Perwakilan Kemenkeu Aceh yang dijabat oleh Kepala Kanwil DJBC Aceh, Safuadi.

Dalam sambutannya, Safuadi menegaskan bahwa yang dituju dari rangkaian perlombaan ini bukanlah gelar juara, tapi sehatnya.

"Karena tanpa kesehatan, kita tidak akan optimal melakukan aktivitas, termasuk dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Apalagi saat ini Ibu Menteri Keuangan memberikan arahan agar segenap jajaran Kemenkeu dapat menjadi enabler," jelasnya.

"Bagaimana bisa menjadi pemampu jika kita sendiri tidak mampu? Maka mampukan diri kita dengan kekuatan dan kesehatan, agar banyak amal baik yang dapat dilakukan, yang akan memudahkan kita masuk ke dalam surga," sambungnya.

"Atas latar belakang itu, maka diciptakanlah tagline: “Muda Kuat,Tua Sehat, Mati Masuk Surga”," tutup Safuadi. (Rilis)

Editor:
Rubrik:Umum