Breaking News

Puluhan Nelayan Aceh yang Tertangkap di Thailand dalam Keadaan Sehat

Puluhan Nelayan Aceh yang Tertangkap di Thailand dalam Keadaan Sehat
Ilustrasi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Lembaga Panglima Laot Aceh telah berkoordinasi dengan pihak DKP Aceh dan PSDK KKP RI terkait puluhan nelayan Aceh yang berasal dari Idi, Aceh Timur yang tertangkap otoritas Thailand kemarin karena diduga masuk ke wilayah perbatasan laut setempat.

Diketahui, saat ini tim konsulat Republik Indonesia di Songkhla sedang menuju ke lokasi untuk menangani permasalahan tersebut.

Hal ini dikatakan Wasekjen Lembaga Panglima Laot Aceh, Miftach Tjut Adek, Rabu (14/4/2021) berdasarkan koordinasi yang dilakukan.

"Hasil koordinasi PSDK KKP RI dengan KJRI Songkhla terkait Berita penangkapan kapal KM Rizki diperoleh info jika saat ini tim dari Konsulat RI di Songkhla sedang menuju ke lokasi dan akan diinfo lebih lanjut perkembangannya, semoga berhasil," ujar Miftach.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari pihak PSDKP KKP RI, penangkapan terhadap 32 nelayan asal Aceh di perairan Andaman itu terjadi pada tanggal 9 April 2021 pukul 06.00 waktu setempat.

"Terpantau sesuai laporan KRI Songkhla WNI nelayan dalam keadaan sehat dan terus dipantau kesehatannya oleh otoritas setempat. KRI Songkhla telah mengantisipasi pelaksanaan pendampingan, bantuan logisitik dan kebutuhan dasar lainnya yang diperlukan bagi 32 WNI nelayan tersebut mengingat saat ini sedang berlangsung libur panjang tahun baru Thailand dan masih berlakunya darurat COVID-19," jelasnya.

Miftach juga mengungkapkan, sebenarnya ada 34 orang nelayan yang melaut saat itu. Namun dua orang diantaranya yakni Faizal (17) dan Abdurrahman (20) diketahui sempat melarikan diri saat penangkapan tersebut.

"Ada 34 orang, dua melarikan diri pada saat penangkapan dengan menggunakan jalo (perahu) mesin, kebetulan dua orang tersebut lagi di jalo untuk menahan ikan jangan keluar. Keduanya sekarang sudah kembali ke Kuala Idi hari Minggu kemarin," ungkapnya.

"Mereka lari setelah KM Rizki Laot disergap, kira-kira jaraknya jalo tersebut dengan KM Rizki 30 meter dan mereka potong tali yang sebelumnya boat jalo terikat dengan KM Rizki dan mereka melarikan diri, lalu ketemu dengan boat pukat dari PPS Kutaraja dan keduanya tiba di PPS Kutaraja pada hari Sabtu pukul 5 pagi, hari Minggu mereka pulang ke Idi," katanya lagi.

Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh informasi lebih lanjut terkait penangkapan puluhan nelayan Aceh oleh otoritas Thailand tersebut.

Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues