Program APBA 2020 Tidak Menyentuh Masyarakat Banggar Pertanyakan Kinerja Distanbun Aceh

Program APBA 2020 Tidak Menyentuh Masyarakat Banggar Pertanyakan Kinerja Distanbun Aceh
rapat pembahasan Qanun Pertanggungjawaban APBA Tahun 2020

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Badan Anggaran DPRA terus melakukan rapat pembahasan Qanun Pertanggungjawaban APBA Tahun 2020 secara marathon dengan pihak Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dan Tim Anggaran Pemerintan Aceh (TAPA).

Pada jadwal rapat dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Badan Anggaran DPRA mempertanyakan sejumlah program yang dilaksanakan oleh Distanbun Aceh pada APBA 2020.

Menurut data yang dimiliki Badan Anggaran DPRA, sejumlah program pada Distanbun Aceh tahun anggaran 2020 jelas seakali tidak menyentuh masyarakat khususnya petani. Padahal saat itu masyarakat petani sangat butuh sekali bantuan dari pemerintah Aceh ditengah wabah Covid-19.

Anggota Banggar dari Fraksi Gerindra Abdurrahman Ahmad menyatakan berdasarkan data sebanyak Rp 151 miliar APBA 2020 dibelanjakan untuk kantor pemerintahan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, tidak menyentuh masyarakat sama sekali.

Abdurrahman juga mempertanyakan kepada kepala Distanbun Aceh terhadap jumlah petani yang sudah mandiri dan berkesinambungan melalui program pemberdayaan ekonomi dari Dinas Pertanian selama ini.

"Ada gak yang berkembang dari program Distanbun selama ini atau hanya membuang air kelaut." tanya politisi Gerindra ini.
 
Abdurrahman menyebut Distanbun jangan hanya MoU ini MoU itu, kerjasama ini-itu, jangan selesai kasi bibit udah itu selesai tanpa ada binaan kepada petani itu.

Dia menambahkan, bila ingin masyarakat Aceh berkembangan maka kembangkan komoditi yang menjadi andalan Aceh, dan juga pikirkan pasarnya. 

Sementara itu anggota Banggar DPRA lainnya yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRA, Khairil Syahrial selama ini setiap tahun uang Aceh miliaran mengalir ke luar Aceh karena Distanbun Aceh membeli bibit dari Provinsi lain. 

"Mengapa Distanbun tidak melakukan pembibitan di Aceh, kan Distanbun juga memiliki ahli jadi tidak perlu uang Aceh terus mengalir ke luar Aceh setiap tahun, ke depan Distanbun harus merubah ini." ujar Khairil. 

Rubrik:DPRA