Breaking News

Pelaku Sakit Hati Dihina Berulang Kali

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Guru SMK

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Guru SMK(Dok. Polres Aceh Barat)
Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda didampingi Kabag Ops, Kompol Ikmal dan Kasat Reskrim, AKP P Harahap saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan guru SMK di Mapolres Aceh Barat, Selasa (16/11/2021).

MEULABOH, ACEHPORTAL.com - Polres Aceh Barat mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan seorang guru SMK di Aceh Barat yakni Fitriani yang terjadi pada 4 November 2021 kemarin.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda didampingi Kabag Ops, Kompol Ikmal dan Kasat Reskrim, AKP P Harahap mengatakan, pihaknya mengamankan seorang tersangka berinisial JH (41). 

Tersangka JH sendiri merupakan warga setempat yang tak lain tetangga korban. JH diketahui berprofesi sebagai petani yang juga merangkap sebagai kepala dusun di desa setempat.

"Setelah didalami kejadian itu diketahui bahwa motifnya karena tersangka merasa sakit hati dihina oleh korban berulang kali, pelaku dendam," ungkap Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Aceh Barat, Selasa (16/11/2021).

Kapolres menjelaskan, satu hari sebelum kejadian, pelaku JH bahkan nyaris membunuh korban menggunakan parang yang dibawanya. Namun, niatnya itu diurungkan meski pelaku sempat datang ke rumah korban.

Keesokan harinya, pelaku pun pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Maghrib bersama suami korban.

"Karena suami korban usai shalat Maghrib tidak segera pulang, pelaku menuju rumah korban, sempat mondar mandir disana. Tak lama berselang, anak korban keluar rumah, pelaku masuk dari pintu samping, saat menemui korban langsung dilayangkan tinju ke wajah korban," ungkap Kapolres.

Saat korban jatuh, pelaku kemudian langsung mengambil handphone korban. Korban yang tak berdaya lalu diseret ke halaman belakang rumah. 

Disana, kemudian pelaku mengambil emas korban berupa kalung dan gelang seberat hampir 60 mayam, lalu pelaku menghantam kepala korban menggunakan batu seberat sekitar 30 kilogram hingga tewas. 

"Emas yang berhasil kita sita ada satu gelang seberat 30 mayam, sebagai upaya menghilangkan jejak pelaku membuang kalung seberat 30 mayam ke rawa, selebihnya digunakan untuk melunasi utangnya di pegadaian," paparnya.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti batu yang digunakan untuk membunuh korban, gelang emas, uang senilai Rp 20 juta hasil dari emas yang dibawa ke pegadaian serta sejumlah pakaian korban dan pelaku.

Saat ini, sambung Kapolres, tersangka JH masih diamankan di Mapolres Aceh Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Pasal 340 jo Pasal 338 dan atau Pasal 365 ayat 2 ke 1 (e) dan ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau setinggi-tingginya 20 tahun penjara. 

Sebelumnya diberitakan, korban Fitriani ditemukan tak bernyawa dalam kondisi yang mengenaskan di belakang rumahnya. Saat itu, diketahui bahwa sejumlah emas milik korban juga raib digondol pelaku.

Setelah sempat divisum, jasad korban kemudian dipulangkan ke rumah duka untuk dikebumikan oleh pihak keluarga.