Breaking News

Polisi Masih Dalami Kasus Warga yang Dibuat Tak Sadarkan Diri Hingga Mobil Dibawa Kabur

Polisi Masih Dalami Kasus Warga yang Dibuat Tak Sadarkan Diri Hingga Mobil Dibawa Kabur
Ilustrasi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Ismadi, warga Gampong Lamjamee, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, dibuat tak sadarkan diri sebelum mobil yang dikendarainya dibawa kabur oleh rekannya beberapa hari lalu.

Dalam keadaan setengah sadar pasca minum kopi yang diduga diberikan campuran obat, Ismadi ditinggal oleh rekannya yang berinisial BH di sebuah penginapan di Nagan Raya.

BH kemudian diketahui membawa kabur mobil minibus jenis Innova yang disewa Ismadi untuk keberangkatan mereka dari Banda Aceh menuju ke Aceh Barat dan berlanjut ke Nagan Raya.

Keluarga korban membuat laporan tentang kasus tersebut ke Polda Aceh. Polda Aceh lalu berkoordinasi dengan Polres jajaran hingga akhirnya mengamankan BH di wilayah Lhokseumawe beserta mobilnya.

Kasus itu masih ditindaklanjuti oleh Dit Reskrimum Polda Aceh dan jajaran. Hal ini diungkapkan Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Ade Harianto melalui Kasubdit III Jatanras, Kompol Apriadi saat dikonfirmasi Jumat (9/7/2021).

"Iya benar, saat ini kasus tersebut masih kita dalami lebih lanjut, bahkan banyak laporan atas kasus serupa di wilayah hukum Bireuen," ujar Apriadi melalui sambungan telepon.

Ia mengatakan, usai menerima laporan korban pihaknya langsung melakukan pengejaran dan berkoordinasi dengan Polres jajaran hingga akhirnya menangkap BH di wilayah Lhokseumawe beserta mobil yang dibawa kabur. 

Mobil itu pun kini diamankan di Mapolda Aceh, sementara pelaku BH untuk sementara waktu masih diperiksa di Polres Bireuen atas kasus yang sama.

"Pelaku masih diperiksa di Polres Bireuen karena ada empat laporan kasus yang sama (penggelapan mobil) disana, nanti baru giliran kita (Dit Reskrimum Polda Aceh) periksa lebih lanjut," katanya.

Dijelaskan, korban Ismadi diduga diberikan obat yang kini masih belum diketahui jenis dan kegunaannya. Dugaan ini diketahui setelah petugas menemukan obat yang dimaksud di dalam mobil yang dibawa kabur BH.

"Efeknya korban lemas dibuat linglung, memang pelaku ini dia jual mobilnya (yang digelapkan) ke Kalimantan dia bilang, bahkan di Kalimantan juga ada melakukan tindak pidana yang sama dan dijual di Medan, ada juga yang ke Jakarta," ungkap Kasubdit.

"Pengakuannya dia beraksi sendirian, modusnya adalah menyuruh rekan atau korbannya merental mobil dan diajak pergi kemudian ditinggal, namun untuk korban yang diduga diberikan obat baru satu ini saja," sambung Apriadi.

Menurut pengakuan BH kepada petugas, sambung Kasubdit, dirinya telah beraksi menggelapkan mobil yang dirental oleh para korbannya tersebut sejak tahun 2016.

"Namun itu kan masih pengakuannya saja saat ini dan kita belum bisa percaya begitu saja, karena itu masih kita dalami lebih lanjut bisa saja korbannya bertambah," pungkas Apriadi.

Hal yang sama juga dibenarkan Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat melalui Kasat Reskrim, AKP Fadhilah Aditya Pratama saat dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon.

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjut terhadap pelaku BH atas kasus dugaan penggelapan mobil yang dilakukan beberapa waktu lalu.

"Pelaku masih kita periksa, ada tiga korban (berdasarkan laporan) yang sudah fix, kejadiannya tahun 2019 dan 2020, namun untuk BB tidak ada karena sudah dijual ke Kalimantan," ungkapnya.

"Modus operandinya pelaku minjam dari rekannya tidak dikembalikan dibawa kabur dan dijual ke luar daerah, untuk disini dia bermain sejak 2019, banyak TKP sih ada di Lhokseumawe dan lainnya," jelas mantan Kasat Reskrim Polres Nagan Raya ini.

Editor:
Rubrik:Hukum