Breaking News

Polisi Gagalkan Penyelundupan 10 Karung Ganja Seberat 213 Kilogram di Langsa

Polisi Gagalkan Penyelundupan 10 Karung Ganja Seberat 213 Kilogram di Langsa
Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro saat diwawancara terkait penggagalan penyelundupan ratusan kilogram ganja kering. (Ist)

LANGSA, ACEHPORTAL.com - Tim Satgas Operasi Anti Narkotika (Antik) Seulawah II Polres Langsa menggagalkan penyeludupan sepuluh karung ganja kering seberat 213 kilogram asal Gayo Lues di depan Pos PJR Gampong Birem Puntung, Kecamatan Langsa Baro, Langsa. 

Tim Satgas yang dibantu Sat Intelkam dan Sat Lantas Polres Langsa mengamankan satu unit mobil Kijang Innova berwarna hitam dengan nomor polisi BK 1308 II yang digunakan untuk mengangkut ganja tersebut serta seorang kurir berinisial SH (29), warga Bengkelang Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.

Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro didampingi Kasat Narkoba, Iptu Imam Aziz Rachman mengatakan, pengungkapan kasus ini berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya seseorang yang membawa ganja dalam jumlah yang besar menggunakan yang akan melintas di kawasan Kota Langsa.

Menindaklanjuti informasi itu, lalu Tim Satgas Ops Antik Seulawah II Polres Langsa yang dipimpin langsung Kasat dibantu Sat Intelkam dan Sat Lantas Polres Langsa melakukan penyidikan dengan merazia kendaraan yang melintas di depan Pos PJR Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Jumat (16/7/2021) petang.

Setelah kurang lebih dua jam melakukan razia kenderaan, tim melihat satu unit mobil Kijang Innova berusaha menghindari razia dengan berbelok ke arah sebuah panglong kayu di sekitar lokasi. 

"Terlihat dua orang laki-laki dari dalam mobil tersebut berusaha melarikan diri ke arah tambak di kawasan tersebut," ujarnya, Senin(19/7/2021).

Merasa curiga, tim mengejar mereka dan menangkap salah seorang tersangka yakni SH. Sementara seorang lainnya yakni J (DPO) melarikan diri ke arah kawasan pertambakan.

"Selanjutnya tim melakukan penggeledahan di dalam mobil dan ditemukan barang bukti sepuluh karung goni ganja seberat 213 kilogram serta dua unit handphone," ungkapnya.

Menurut Kapolres dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka SH berperan sebagai kurir dan bertugas mengantarkan ganja dari Gayo Lues menuju Aceh Tamiang dengan upah yang akan diterimanya sampai ke tujuan sebesar Rp 15 juta.

Sedangkan temannya J (DPO) yang melarikan diri berperan sebagai penghubung dari penjual ke pembeli. Selain itu, terduga S (DPO) adalah pemilik ganja yang berdomisili di Gayo Lues.

Sebelum itu, sambung Kapolres, berkisar seminggu lalu diketahui SH pernah mengantar ganja sebanyak 50 kilogram dari Gampong Lokop, Kecamatan Serbajadi, menuju Kecamatan Peureulak, Aceh Timur dengan upah diterimanya sebesar Rp 5 juta.

“Tersangka dikenakan Pasal 111 ayat (2) Subs Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 115 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara seumur hidup atau paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun,” tegas Kapolres. 

Editor:
Rubrik:Hukum