Polemik Jabatan Sekda, Ini Penjelasan Bupati Abdya

Polemik Jabatan Sekda, Ini Penjelasan Bupati Abdya(Salman/ACEHPORTAL.com)
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim.

BLANGPIDIE, ACEHPORTAL.com - Penunjukan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat Daya (Abdya) yang merupakan adik kandung dari Bupati Abdya, Akmal Ibrahim menuai sorotan dari publik. Menanggapi hal itu, Bupati Akmal pun akhirnya buka suara. 

Akmal mengatakan, polemik penunjukan Sekda Abdya kepada Salman Al Farisi itu berujung menjadi menarik dan panas.

Karena itu, butuh penjelasan sebagai bentuk pengetahuan terhadap publik agar tidak terjerumus pada prasangka tidak baik dan dosa.

"Untuk pengetahuan, polemik soal Sekda Abdya, kayaknya menarik dan panas. Ada banyak tudingan yang butuh penjelasan agar kita semua terhindar dari jebakan prasangka dan dosa, juga sebagai tambahan pengetahuan publik. Tentu ini hanya untuk orang takut dosa dan butuh ilmu saja," ungkap Akmal mengutip status akun Facebook pribadinya, Sabtu (16/10/2021). 

Ia menjelaskan, tata cara pergantian dan pelelangan jabatan Sekda itu sudah diatur dalam PP Nomor 58 Tahun 2009 tentang persyaratan dan tata cara pengangkatan dan pemberhentian Sekda. Selanjutnya, PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS.

Pertama, kata Akmal, Gubernur memberhentikan Sekda atas usulan Bupati. 

"Kayak Pak Thamrin, beliau mengajukan berkas pensiun Juni lalu, kemudian membuat surat pengunduran diri. Gubernur kemudian memberhentikan Pak Thamrin, dan mengangkat Salman Alfarisi sebagai Pelaksana tugas (Plt), SK Gubernur itu," ujarnya.

Bahkan, Akmal menyebutkan, di kalangan PNS, Plt itu juga sering disebut Pejabat Lillahit'ala. Sebab sebagai Plt, kata dia, tugasnya bertambah banyak, akan tetapi tunjangan dan fasilitasnya tidak ada.

Kedua, lanjutnya, Bupati mengajukan izin pelelangan jabatan Sekda ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN). Menurutnya, proses tersebut biasanya membutuhkan waktu mulai dari satu hingga dua minggu. 

"Makanya, bulan ini jabatan Sekda itu saya lelang. Karena, eselon 11-A, lelang jabatan Sekda, harus terbuka untuk umum, seluruh indonesia. Artinya, pejabat yang memenuhi syarat dari Sabang sampai Merauke, boleh daftar," papar Akmal.

Ia menyebutkan, syarat menjadi Sekda, minimal golongan IV-B dan sudah dua kali menduduki eselon II-B. Setelah itu, baru bisa dilelang apabila jumlah yang mendaftar minimal empat orang dan tim yang melakukan seleksi Sekda Abdya itu harus berasal dari pihak eksternal dan internal. 

Dari pihak eksternal, kata Bupati Akmal, adalah Kepala BKN Reg 13 Aceh sebagai Ketua Tim. Sedangkan internal, dirinya akan mengambil dari Kepala Kepegawaian Aceh dan ditambah Akademisi.

"Dari internal tidak saya ambil dari Abdya, tapi kepala kepegawaian Aceh, tambah seorang akademisi minimal bergelar doktor, malah bagusnya profesor, plus praktisi dan aktivis," ujarnya.

Akmal juga mengatakan, tiga terbaik hasil seleksi akan dikirim ke Gubernur untuk dipilih dan di SK-kan oleh Gubernur.  

"Hasil seleksi itu tak boleh saya ubah titik koma sekalipun. Setelah itu, baru Sekda definitif diangkat oleh Gubernur dan dilantik oleh Bupati," tegas Akmal.

"Begitulah alur proses itu, entah dimana rakus dan neopotismenya. Bagi yang ingin jadi Sekda, saran saya loby aja Pansel dan Gubernur, sebab Bupati tak punya wewenang untuk mengangkat Sekda," tambah Bupati Akmal.

Menurutnya, kalau soal jabatan Sekda ini digosipkan dan ditanyakan pada petani, maka jawaban dan penjelasannya mungkin adalah cangkul, parang atau pupuk. 

Apabila ditanyakan ke pedagang sayur, mungkin jawabannya mereka adalah bayam, kangkung atau buah labu. Bahkan, sambung Bupati Akmal, kalau pun ditanya sama orang tukang pangkas, mungkin jawaban mereka adalah gunting.

"Wajar saja karena mereka bukan ahli hukum dan pemerintahan, sedangkan nabi mencerdaskan kita dengan hadis serahkan pada ahlinya," kata Akmal.

"Makanya, jawaban cerdas tak akan ada dari orang yang bodoh dan jawaban benar tak akan ada dari orang yang salah. Sebab, rumusya sederhana, penanya yang bodoh dijawab oleh orang bodoh. Uniknya, bagi orang bodoh, dua-duanya akan diyakini sebagai sebuah kebenaran. Moga kita tak masuk golongan bodoh, dan kalaupun bodoh, selalu mau belajar," tutupnya.

Editor:
Rubrik:Daerah