Breaking News

PII: Aceh Akan Menjadi Daerah Penggerak Ekonomi Nasional

PII: Aceh Akan Menjadi Daerah Penggerak Ekonomi Nasional
Seminar Nasional yang digelar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Aceh di gedung ACC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Kamis (25/2/2021).

Banda Aceh, Acehportal.com - Aceh akan menjadi salah satu provinsi Prioritas pemerintah pusat dalam mengurangi jumlah kemiskinan. Rencananya Aceh akan menjadi daerah pusat perdagangan nasional.

Dalam kesempatan itu, Wakil Sekretaris PII Aceh, Rizaul Fikri mengatakan, Provinsi Aceh rencananya akan dijadikan sebagai pilar utama penggerak dan penyumbang devisa pembangunan ekonomi Nasional.

"Karena Aceh menjadi salah satu daerah perdagangan produk unggulan seperti kopi yang akan masuk dalam daftar prioritas utama pengembangan sentral perdagangan di Aceh,"jelas Fikri di Banda Aceh.

Peryataan itu disampaikannya disela-sela acara Seminar Nasional yang digelar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Aceh di gedung ACC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Kamis (25/2/2021).

Apalagi, kata dia, Aceh memiliki potensi besar di segi perdagangan Internasional. "Mengingat Aceh berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand bahkan India,"ungkap dia.

"Melalui partisipasi insinyur dalam penataan kawasan perdagangan 1000 produk dalam 1000 hari untuk satu juta lapangan kerja bisa dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di Aceh".

"Ketika melihat yang terjadi di Aceh saat ini dengan angka kemiskinan, sangat dibutuhkan pengembangan produk turunan agar menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan industri kopi di Provinsi itu,"jelas Fikri.

Sementara itu, Peneliti produk inovasi kopi, Teuku Firza menjelaskan, produksi kopi Aceh mencapai 60 juta ton per tahun. Namun sangat disayangkan jika produk kopi tersebut tidak dimanfaatkan untuk produksi yang memiliki nilai jual tinggi di kancah Internasional.

"Aceh penghasilan kopi Arabika nomor empat di dunia. Dengan produk besar itu seharusnya bisa diberdayakan sebagai peningkatan ekonomi,"ujar Firza.

Untuk itu, tambah dia, pihaknya berharap inovasi serta peran insinyur dan pemerintah dapat membangkitkan berbagai potensi yang ada di Aceh, serta PII mampu mengimplementasikan program dalam membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat di Aceh saat ini.

"Hal ini menjadi penting bagi Aceh, ditengah tingginya presentase kemiskinan di Aceh saat ini. "Masuknya industri serta lapangan pekerjaan seharusnya sudah menjadi prioritas sejak dulu di Aceh,"pungkasnya.

Rubrik:News
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI