Breaking News

Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi RTLH Mulai Disidangkan

Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi RTLH Mulai Disidangkan

SINGKIL, ACEHHPORTAL.com - Sidang perdana di Pengadilan Tipikor Banda Aceh terkait perkara penyelewengan anggaran kegiatan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaker) Aceh Singkil Tahun Anggran 2016 secara virtual telah dilaksanakan, Senin (8/3/2021) kemarin.

Sidang secara virtual tersebut dilakukan dengan agenda persidangan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Singkil.

Terdakwa yang disidangkan dalam kasus dugaan korupsi RTLH pada Dinsosnaker Tahun Anggaran 2016 ini masing-masing adalah JD (bekas Kadinsosnaker), TR (PPTK) dan RS (Bendahara).

Sementara itu, penyidik kejaksaan telah mengantongi hasil perhitungan kerugian negara atas kasus tersebut yang nilainya mencapai Rp 232 juta dari anggaran proyek senilai Rp 1 miliar.

Ketiga tersangka pun disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 junto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil, Muhammad Husaini mengatakan bahwa perkara tersebut telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh minggu lalu.

"Perkara dugaan tindak pidana korupsi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) itu minggu lalu sudah kita limpahkan, lalu kita limpahkan ke Tipikor Banda Aceh dan kemarin sudah keluar penetapan persidangannya pada tanggal 8 Maret. Jadi tanggal 8 Maret kemarin kita sudah lakukan persidangan pertama atau perdana secara virtual, antara Pengadilan Tipikor sama kita di Kejari Singkil," ungkapnya, Selasa (9/3/2021).

Muhammad Husaini juga menyampaikan, para terdakwa tetap berada di Singkil, namun JPU berada di Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

"Nah, selanjutnya kami kemarin sidangnya dieksepsi, dieksepsi terhadap dakwaan yang jaksa ajukan. Jadi penasehat hukumnya dari terdakwanya minta eksepsi terhadap dakwaan, untuk persidangan hari Senin berikutnya, tinggal itu," ujarnya.

Dirinya juga menambahkan, pihaknya masih menunggu putusan eksepsi nanti. "Kalau misalkan tidak terima, lanjutkan pengurusan saksi-saksi," tutupnya.

Rubrik:Daerah, Hukum