Breaking News

Perdana, Nasabah Bank Gala Abdya Angsur Cicilan Pertama dari Hasil Panen

Perdana, Nasabah Bank Gala Abdya Angsur Cicilan Pertama dari Hasil Panen
Nasabah Bank Gala atau Baitul Qiradh Gala Muamalah menyetorkan cicilan angsuran pertama di kantor Bank tersebut beberapa hari yang lalu. (Ist)

Blangpidie, Acehportal.com - Nasabah Bank Gala Aceh Barat Daya (Abdya) mengangsur cicilan pertama dari hasil panen padi di sawahnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Bank Gala atau Baitul Qiradh Gala Muamalah, Harmansyah, Senin (8/2/2021).

"Kedua nasabah yang sudah melakukan cicilan angsuran pertama itu ialah Pak M. Adam warga Kecamatan Tangan-tangan dan Pak Samsuar warga Kecamatan Blangpidie," kata Harmansyah.

Ditambahkannya, kedua nasabah tersebut merupakan petani kurang mampu yang telah mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Bank Gala atau Baitul Qiradh Gala Muamalah.

Salah satu orang nasabah itu mengajukan pembiayaan ke Bank Gala dengan tujuan tebus gadai/gala sawah kepada pihak lain.

Sedangkan, satu orang nasabah lagi sambungnya, mengajukan pinjaman untuk tujuan konsumtif yaitu keperluan biaya pendidikan anak sekolah.

"Pencairan dilakukan secara tunai setelah dilakukan akad pencairan oleh pihak Bank," imbuhnya.

Sebelumnya, ungkap Harmansyah penyerahan uang pencairan diserahkan langsung terhadap kedua nasabah secara simbolis oleh Bupati Abdya Akmal Ibrahim saat launching Bank tersebut pada Desember 2020 lalu.

"Pinjaman diberikan dengan sistem gadai atau gala sawah, jadi nasabah mencicil angsuran pokok dari bagi hasil panen yang baru saja mereka lakukan," ujarnya.

Harmansyah menjelaskan, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam akad pembiayaan, pengembalian jumlah pinjaman pokok itu dihitung berdasarkan bagi hasil setelah panen dengan persentase 65 persen untuk Nasabah dan 35 persen untuk Baitul Qiradh.

Dalam komposisi 35 persen tersebut, lanjutnya, sebanyak 85 persen diberikan dalam bentuk tabaruq oleh pihak Bank kepada nasabah untuk menutupi hutang pokok pinjaman.

Sedangkan sisa 15 persen lagi merupakan fee ujroh untuk menutupi biaya operasional Bank. Pembayaran angsuran dilakukan per setiap kali panen dengan maksimal sebanyak lima kali panen.

"Angsuran akan dipermudah dengan dicicil sebanyak maksimal 5 kali cicilan per panen, sehingga setelah 5 kali cicilan sesuai kesepakatan dalam akad, maka pinjaman mereka lunas," terangnya.

Ketua Pengurus Baitul Qiradh Gala Muamalah itu bahkan memberikan apresiasi atas kejujuran dari kedua nasabah pertama Bank Gala tersebut.

"Semoga ini menjadi awal yang baik untuk nasabah nasabah lainnya, sehingga dengan lancarnya pengembalian ini pihak kami dapat menyalurkan kepada saudara kita yang lain yang membutuhkan," ucapnya.

Sampai saat ini sejak Bank Gala beroperasi di Desember 2020 lalu, kata Harmansyah, sudah ada sebanyak 62 berkas yang masuk mengajukan pinjaman ke Bank tersebut.

Diantara 62 berkas itu, sebutnya sebanyak 16 orang nasabah sudah dilakukan proses akad dan pencairan uang pinjaman ke nasabah.

Ia juga menyebutkan, syarat pengajuan pembiayaan di Baitul Qiradh Gala Muamalah harus melampirkan beberapa syarat.

Diantaranya, yaitu melampirkan Fotocopy KTP, KTP Pasangan, KK, Surat Keterangan Aktif Menggarap Sawah dari Keujrun Blang mengetahui Keuchik, Surat Keterangan Kurang Mampu, dan Bukti Kepemilikan Agunan, serta pas foto ukuran 4 x 6 cm.

Selanjutnya dokumen persyaratan itu dimasukkan dalam map sebanyak satu rangkap dan diantar langsung ke kantor Baitul Qiradh Gala Muamalah yang terletak di komplek Masjid Agung Baitul Ghaffur, Jl. Krueng Beukah, Gampong Seunaloh, Blangpidie, Abdya.

Rubrik:Ekonomi
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI