Breaking News

Perairan Laut Aceh di Bom, Ini Penyampaian Bupati Aceh Singkil

Perairan Laut Aceh di Bom, Ini Penyampaian Bupati Aceh Singkil
Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid Menerima Silaturahmi Pos TNI AL.

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Dalam Minggu ini Perairan laut di Aceh tepatnya di Perairan laut Kepulauan Banyak, Aceh Singkil Aceh, di Bom Nelayan diduga asal dari Sibolga Sumatera Utara (Sumut).

Mereka melakukan Bom Ikan, keliling semua Kepulauan Banyak, daerah yang rawan pengeboman seperti, Pulau Bangkaru, Pulau Tambarat, Pulau Sarang Alu, Pulau Pinang dan banyak pulau yang lain, namun belum di tindak atau di jaga, karena pihak yang berwenang terkendala Anggaran dan sarana transpotasi.

Sebelumya untuk mengatasi persoalan keamanan di laut, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Simeulue Letkol Laut (P) Ahmad Fahribi, S.E., M.M., M.Tr. Opsla diwakili Palaksa Lanal Simeulue Mayor Laut (P) Martensyah didampingi Komandan Pos TNI AL Singkil, yang dijabat waktu itu, Lettu Laut (T) Nur Cholis dan Komandan Posal Pulau Banyak, Letda Laut (P) Arifin.

Melaksanakan koordinasi dengan Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Sazali, S.Sos yang didampingi Sekretaris Daerah Sekda Aceh Singkil, Drs. Azmi, untuk membahas rencana kegiatan penindakan terkait keamanan di laut supaya bisa membantu menjamin rasa aman bagi masyarakat serta melindungi kelestarian alam di laut Aceh Singkil, Jum'at (9/4/2021).

Koordinasi itu untuk menindak lanjut respon Bupati Aceh Singkil, terkait persoalan tersebut. Agar bisa mendukung sarana patroli sea raider untuk Pos TNI AL Singkil, supaya bisa menindak para pelaku tindak pidana di laut Singkil.

Saat dikonfirmasi Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, mengatakan, memang benar meminta dukungan alat transportasi. 

"Ya betul, kita sampaikan kebetulan kami jumpa tadi, kita sampaikan, karena kami itu sifatnya harus ada pengajuan. Pengajuan pun kami terima jika ada anggaran, kemampuan keuangan daerah," ungkap Dulmusrid kepada ACEHPORTAL.com, Selasa (27/4/2021).

Ia juga mengatakan, kalau kegiatan ini misalnya menjadi prioritas Posal untuk masyarakat.

"Tentu kita akan bantu, mungkin kalau ini tidak menjadi prioritas kami tetap belum bisa anggarkan, makanya kita harus bergantung kepada keadaan keuangan daerah juga," ujar Dulmusrid.

Ia menambahkan, sementara ini kata mereka (Posal) terkait Operasional, punya alat sementara.

"Saya sampaikan itu digunakan dulu untuk kegiatan sementara, tentu nanti kita bantu, kalau memang sudah tersedia, apa salahnya, karena ini untuk tujuan masyarakat juga, kalau memang orang luar tidak masuk masyarakat kita mudah untu mencari Ikan," tambah Dulmusrid.

Imbauannya, hanya ingin orang yang melaukan itu harus sadarlah, membom itu bukan hanya ikannya saja yang mati atau yang musnah. 

"Tapi juga bisa menimbulkan pidana kepada nelayan itu sendiri, imbauan saya kepada nelayan, ya gunakanlah alat tangkap yang ramah lingkungan. Supaya bisa aman, dan ikan kita juga bisa lebih banyak, kalau di bom yang kecil, yang besar kan mati semua, bukan hanya ikan saja, enggak baik dilakukan karena orangnya juga bisa jadi korban," harap Dulmusrid. 

Lanjut dia, maka hal itu janganlah dilakukan paling enggak saling menjagalah.

"Itu harus dijaga, enggak boleh asal bantai dan jangan di terus kan lagi, kalau enggak ada Ikan mau makan apa kita nanti. Makanya harus saling memiliki kesadarannya sama-sama," pinta Dulmusrid.

*_Penyampai Pos TNI AL Singkil_*

Terpisah, dikonfirmasi Komandan Posal Pulau Banyak, Letda Laut (P) Arifin, menyampaikan, benar pihaknya dari Angkatan Laut Pos TNI AL Singkil itu mendampingi wakil komandan Lanal atau biasa sebut di Angkatan Laut Lanal Palaksa, Mayor Laut Martin. 

"Bahkan dua Minggu yang kemarin itu berkunjung namun tidak ketemu dengan Bapak Bupati. Jadi hari ini kebetulan ketemu silaturahmi, penyambung kemarin itu karena belum ketemu, mumpung alasan Itu atau wakil danlanal berada di Aceh daratan," ujar Arifin.

Ia mengatakan, karena jauh dari Seumelue. Jadi untuk disampaikan ke Bapak Bupati tadi.

"Salah satunya contoh untuk membantu proses pembangunan ataupun rehab Posal Pulau Banyak yang sudah tidak layaklah kalau kita lihat semua sudah rontok," tutur Arifin.

Terusnya yang kedua, bagaimana untuk penanganan gangguan nelayan di laut, kalau terjadi sesuatu kecelakaan di laut.

"Itulah disampaikan tadi, dari wakil Danlanal pak Mayor Martin, bagaimana solusinya supaya cepat menanganinya. Kalau mengatasi dengan perahunya ataupun speed boat-nya dari Posal Singkil itu kadang kita bisa mundur jika cuaca berat, atau cuaca buruk, kita tidak bisa menembus untuk SAR, itu intinya," jelas Arifin.

Disinggung apakah terkait Prasarananya, Arifin mengungkapkan, memang betul, beberapa waktu lalu, sempat mayor mengatakan.

"Juga tadi Mayor Martin berbicara menyampaikan dari Bapak Wakil Bupati untuk mengusulkan sarana patroli sea raider, jadi kita dari Angkatan Laut harus mengusulkan atau permohonan untuk pengadaan sea raider di Singkil ataupun di Pulau Banyak," ujar Arifin.

Ia melanjutkan, kemaren suratnya sudah sampai ke Bupati ataupun Staf Bupati, bahwa sudah dikirim dari Lanal.

"Begitu juga dengan tembusan ke DPRK. Sudah sampai di sana. Mudah-mudahan terwujudlah seperti sejenis raider yang lebih cepat larinya, itu mungkin lebih cepat nanti penanganan pengganggu kapal-kapal boom ataupun kapal-kapal dari Sibolga disana yang sering masuk," katanya.

Ia mengungkapkan, bahwa Bupati menanggapi, bahkan sangat merespon dan senang. 

"Terus untuk anggaran yang lain itu nanti diajukan dari tim SAR karena masalah anggaran itu di tim SAR mengajukan untuk akulasi biaya bahan bakar ataupin kebutuhan semuanya untuk ke depannya nanti, diajukan ke Bupati, dan Bupati mengajukan ke BPBD kalau di sini," terangnya.

Terkait dengan kejadian bom ikan, Arifin menyampaikan, kalau terkait hal tersebut pihaknya dapat laporan itu di Pulau Banyak hanya dari WhasaApp.

"Tidak ada fotonya, katanya itu ada fotonya, dan pelapor menyampaikan ada beberapa kapal. Menurutnya lebih dari satu, kita enggak tahu dua atau tiga kan, tapi lebih dari satu, posisinya pun saya kurang paham karena yang di WA itu anggota saya," jelasnya.

Lanjutnya, itu mungkin kejadian di sebelah Pulau Bengkaru sana.

"Namun saya kurang tau, cuma kita belum bisa turun ke sana karena sarananya tadi. Karena sarana kita hanya kecil saja. Hanya stempel yang 40 pk itu," tutur Arifin.

"Terlalu kecil kalau kita mengarung di sana. Kemarin saja hari Sabtu itu kami ke Pulau Banyak Barat. Itu saja dihantam Badai kami. Untung kita jalan dipinggir, itupun habis semua baju kita basah, Komandan Nur Cholis sampai pakai plastik itu, kami ada empat orang, saya sendiri, sama anggota saya, dan tukang pegang talinya, ada empat orang kami berangkat ke sana," pungkas Arifin.

*_Berita sebelum terkait hal tersebut_*

Sementara, terkait persoalan tersebut, bahwa ACEHPORTAL.com telah mengabarkan dengan judul "Maraknya Pengeboman Ikan Pangkalan TNI AL Simeulue Siap Amankan Perairan Barat Aceh" dan berjudul "Diduga Nelayan Sibolga Sumut Lakukan Pengeboman Ikan di Perairan Aceh, Ini Penjelasan DKP Aceh".

Editor:
Rubrik:Daerah, Umum
Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues