Breaking News

Penyelesaian Persoalan, Lembaga Wali Nanggroe Aceh Lakukan Monitoring dan Evaluasi di Aceh Singkil

Penyelesaian Persoalan, Lembaga Wali Nanggroe Aceh Lakukan Monitoring dan Evaluasi di Aceh Singkil
Sekretaris Tuha Peut, Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Tgk Ali Basyah (Zulkarnain/ACEHPORTAL.com)

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Untuk penyelesaian berbagai persoalan di Aceh Singkil, rombongan Lembaga Wali Nanggroe Aceh turun ke Aceh Singkil untuk menggelar monitoring dan evaluasi.

Sebelum kegiatan itu, pihak Lembaga Wali Nanggroe Aceh sebelumnya mengadakan rapat dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama serta undangan lainnya. Sementara dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dihadiri Kabag Hukum Aceh Singkil, berlangsung di Aula Kantor Camat Gunung Meriah, Jumat (30/4/2021).

Acara itu membahas berbagai persoalan, diantaranya tapal batas perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara, terkait rumah ibadah dan lain sebagainya yang dipimpin langsung Sekretaris Tuha Peut, Lembaga Wali Nanggroe Aceh.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Tuha Peut Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Tgk Ali Basyah mengungkapkan, kegiatannya hanya melanjutkan dari pada arahan Wali Nanggroe untuk memonitor apa yang sudah menjadi pertimbangan Wali Nanggroe. 

"Itu kita sesuai dengan apa yang diamanahkan oleh Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe, nanti kami pulang dulu kemudian sampai sana baru informasi selanjutnya sesuai dengan apa arahan lagi," ujar Ali Basyah kepada ACEHPORTAL.com.

Ia juga mengatakan bahwa ini hanya monitoring dan evaluasi yang diamanatkan.

"Sekaligus untuk silaturahmi dalam melaksanakan amanah, sesuai dengan amanah Wali dan arahannya, bahwa untuk pertimbangan Wali Nanggroe yang sudah pernah dikeluarkan, maka perlu bagaimana selanjutnya, sudah sejauh mana kita bekerja. Serta dimana yang perlu kita musyawarahkan lagi," terang Tgk Ali Basyah.

Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Perbatasan untuk meninjau, dikonfirmasi, Tgk Ali Basyah, saat berada di perbatasan itu menyampaikan, agenda di perbatasan hanya meninjau perbatasan antara Aceh dengan Sumatera (Sumut).

"Karena ini memang berkaitan dengan tugas kami ke Singkil untuk monitoring dan evaluasi, kan ini kaitannya dengan monitoring juga kan. Makanya sekaligus kami tinjau, Peninjaun kami nanti akan kami sampaikan kepada paduka yang mulia," pungkas Ali Basyah.

*Penyampaian Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh

Sementara, diketahui bahwa Perbatasan Aceh dan Sumut menjadi perhatian Wali Nanggroe diantaranya Aceh Singkil yang berbatasan dengan Tapanuli Tengah Sumatera Utara (Sumut).

Bahwa Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe pernah menyampaikan dalam arahannya, terkait perbatasan di Aceh Singkil, bahwa permasalahan tanah Aceh banyak yang diambil, karena banyak orang di daerah Sumatera Utara yang datang kesana yang awalnya dengan niat berbisnis sampai akhirnya membangun gereja-gereja. 

"Ini menjadi permasalahan yang rumit karena masalah agama menjadi hal yang sangat sensitif. Ada juga masalah pulau-pulau kecil yang menurut sejarah adalah milik Aceh karena adanya makam-makam ulama Aceh dan tiba-tiba ada kabar yang beredar telah diklaim oleh Sumut,” terangnya seperti dilansir dalam web Humas Pemkab Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.

Editor:
Rubrik:Daerah, Umum
Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues