Breaking News

Penyebab Tiga Tersangka Dugaan Korupsi DSI Galus Ditangkap

Penyebab Tiga Tersangka Dugaan Korupsi DSI Galus Ditangkapdok foto Jasvira Sautisa

BLANGKEJEREN, AcehPortal.com – Begini kronologi dan fakta terkait ditetapkannya tiga orang tersangka dugaan kasus korupsi pada Program Peningkatan Sumber Daya Santri pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Gayo Lues-Aceh.

Tertulis dalam Prees Realese Polres Gayo Lues, Rabu (28/04/2021), pada tahun anggaran 2019 Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Dinas Syariat Islam melaksanakan program pelatihan peningkatan sumber Daya Santri Pekerjaan Belanja Makanan dan Minuman dengan pagu anggaran sejumlah Rp 9.069.805.000,-milyar dan telah terealisasi berdasarkan SP2D sejumlah Rp 9.027.949.000,-miliar yang bersumber dari dana APBK-DOKA 2019.

Dari total Rp 9.027.949.000,-miliar tersebut, Dinas Syariat Islam mengelola beberapa kegiatan seperti Belanja Nasi Panitia, Narasumber dan peserta sebanyak 1000 orang selama  90 hari  dengan pagu anggaran Rp 5.4 miliar lebih yang dilaksanakan di Wisma Pondok Indah.

Kemudian belanja Snack Panitia, Narasumber dan peserta sebanyak 1000 orang selama  90 hari  dengan pagu anggaran Rp 2.4 miliar lebih juga dilaksanakan di Wisma Pondok Indah, Porang Kec, Blangkejeren.

Selanjutnya, belanja Teh/Kopi Panitia, Narasumber dan peserta sebanyak 1000 orang selama  90 hari  dengan pagu anggaran Rp 1.08 miliar lebih yang dilaksanakan Ira Catering, Blangkejeren. Belanja Aqua Gelas dengan Pagu anggaran Rp 150 juta yang dilaksanakan Ira Catering. Belanja Obat obatan dengan pagu anggaran Rp 7 juta dilaksanakan Klinik Sehat Musara.

Baca juga: Polres GaLus Tangkap Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Makan Minum Karantina Hafiz

Namun penyidik memperoleh fakta fakta ternyata banyak selisih harga dari realisasi belanja kegiatan tersebut seperti belanja nasi hanya Rp 2.5 miliar lebih dari total pagu Rp 5.4 miliar. Belanja Snack Rp 1.08 miliar lebih dari total pagu Rp 2.4 miliar. Belanja aqua gelas Rp 112.5 juta dari total pagu Rp 150 juta, belanja teh/kopi Rp 400 juta lebih dari total pagu Rp 1.08 miliar. Belanja Obat obatan Rp 7 juta dari total pagu anggaran Rp 7 juta.

Oleh karena itu ketiga tersangka tersebut terancam pidana minimal 4 tahun maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta paling banyak 1 miliar, karena dinilai telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp 3.763.790.368,00,-miliar.

Rubrik:Hukum
Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues