Breaking News

Pengungkapan Kasus 4 Kilogram Sabu di Lhokseumawe

Pengungkapan Kasus 4 Kilogram Sabu di Lhokseumawe
Konferensi pers pengungkapan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar di kota Lhokseumawe. (Ist)

LHOKSEUMAWE, ACEHPORTAL.com - Polres Lhokseumawe kembali merilis keberhasilan dalam mengungkap kasus narkotika jenis sabu-sabu, Senin (7/6/2021). Dalam pengungkapan ini, barang bukti sabu yang diamankan sebanyak 4,4 Kilogram.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto mengatakan, semua barang bukti tersebut diamankan dalam empat laporan polisi (LP). Selain itu, Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe juga menangkap 10 tersangka.

"Ada empat LP yang kita rilis dengan total barang bukti 4,4 kilogram narkotika jenis sabu-sabu. Selain itu, tim Sat Resnarkoba juga berhasil menangkap 10 tersangka," ujarnya.

Konferensi pers ini, lanjut Kapolres, juga sebagai media sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya peredaran narkoba yang kian meresahkan di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.Hartanto

"Tiga kata untuk narkoba, War On Drugs (Perang Melawan Narkoba)," tegas AKBP EKo Hartanto.

*Gagalkan Peredaran Narkotika Jumlah Besar, Dua Penjual di Areal Tambak Ikan 

Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe meringkus dua penjual narkotika jenis sabu-sabu di areal tambak ikan di Dusun Kuta Paoh, Gampong Kumbang Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Selain mengamankan tersangka polisi juga menyita barang bukti 1,353 gram narkotika.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto mengatakan, dua tersangka yang ditangkap itu yakni MD (32), warga Blang Mangat dan MH (29) warga Kecamatan Nibong, Aceh Utara. Sedangkan satu tersangka lain yakni BS ditetapkan sebagai DPO.

Kronoligis penangkapan, kata Kapolres, berawal dari informasi masyarakat bahwa di kawasan tambak tersebut terdapat beberapa laki-laki yang diduga menyimpan narkotika dalam jumlah besar. Selanjutnya, tim Opsnal Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan dan ternyata informasi itu benar.

Pada Kamis (27/5/2021) sekitar pukul 21.30 WIB tim mendatangi lokasi untuk melakukan penangkapan dan mebekuk dua pelaku MD dan MH. Di lokasi itu, awalnya petugas hanya menemukan barang bukti seperangkat alat untuk menggunakan sabu serta timbangan elektrik dan sejumlah ponsel. 

"Petugas kemudian melakukan pengembangan, keduanya mengaku sebagai kurir dan menerima barang dimaksud dari seorang pria berinsial BS. Lalu, petugas langsung membawa kedua tersangka tersebut untuk dilakukan penangkapan terhadap BS," ungkapnya.

Kendati tidak menemukan BS, tambah Eko, namun petugas mengamankan sebuah plastik teh cina warna hijau, sebungkus besar barang bukti diduga sabu-sabu di dalam plastik transparan, satu plastik kresek warna hitam dan satu lembar plastik teh cina yang bertuliskan Guanyiwang.

"Sabu tersebutlah yang akan di jual oleh MD dan MH, namun kedua tersangka masih mencari calon pembeli," jelasnya. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka meringkuk di sel tahanan Mapolres Lhokseumawe. Terhadap MD dan MH akan disangkakan pasal 114 ayat 2 Jo pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Editor:
Rubrik:Daerah, Hukum