Breaking News

Penarikan BSU di Aceh Ribet, Bantuan Terancam Tak Bisa Digunakan

Penarikan BSU di Aceh Ribet, Bantuan Terancam Tak Bisa Digunakan
Puluhan penerima BSU di Aceh mengantri untuk menarik uang bantuan di ruang loby nasabah Bank BNI Lampaseh Kota Banda Aceh, Selasa (12/10/2021). (Salman/ACEHPORTAL.com)

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Penarikan dana Bantuan Subsidi Upah (BSU) program pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI di provinsi Aceh dinilai sungguh sangat ribet. 

Pasalnya, para pekerja di Aceh yang sudah ditetapkan menerima BSU berdasarkan notifikasi penyaluran pada website Kemnaker terancam tidak bisa memanfaatkan dengan utuh bantuan tersebut.

"Kami pekerja sudah ditetapkan sebagai penerima BSU tahun 2021 berdasarkan notifikasi di website Kemnaker, cuman bantuannya ribet banget cara ngambilnya di Aceh," kata Salman (39) salah seorang penerima BSU di Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (14/10/2021) kepada wartawan.

Salman pun mengungkapkan kekesalannya, dengan alasan BSU senilai Rp 1 juta itu diketahuinya telah ditransfer ke rekening tabungan baru BNI konvensional, sementara di Aceh untuk transaksi layanan bank konven sudah tidak bisa dilakukan lagi, kecuali di bank BNI di luar daerah Aceh.

Hal itu disebabkan karena penyatuan sistem perbankan di Aceh menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI), sehingga layanan nasabah existing beberapa Bank konvensional seperti BNI, BRI dan Mandiri tidak bisa dilakukan lagi di Aceh.

"Ini sama aja mempersulit si penerima bantuan atau nasabah, bayangkan harus mengeluarkan biaya lagi untuk pergi ke luar kota hanya demi menarik uang BSU Rp 1 juta," ungkap dia dengan nada kesal.

Selain itu, tambah Salman, meskipun calon penerima BSU sudah memperoleh notifikasi di website Kemenaker, yaitu bantuan sudah tersalurkan. Namun, disatu sisi penerima juga tidak tau kapan bantuan dicairkan dan masuk ke rekening bank yang mana.

"Pihak bank tidak memberitahu BSU kapan masuk, dan juga nomor rekening mana. Kalau pun pergi ke BNI luar kota pas dicek di sana uangnya belum masuk jadi siapa yang dirugikan, tentunya si penerima karena sudah mengeluarkan biaya dalam perjalanan ke luar kota," jelasnya.

Untuk di Aceh sendiri, bahkan ia sempat menerima informasi bahwa BNI wilayah Banda Aceh yang berada di Lampaseh Kota hanya bisa melayani penarikan BSU terakhir paling lambat tanggal 15 Oktober 2021.

"Beruntung bagi penerima BSU di Banda Aceh atau Aceh Besar. Kalau penerima tinggalnya di Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil dan kabupaten lainnya yang jaraknya sangat jauh kan terpaksa harus ke Banda Aceh. Kemudian waktu pengambilan juga dibatasi," tuturnya.

Sementara itu, rasa kekesalan juga diungkapkan oleh penerima BSU lain, yakni Firdaus (40). Dia mengaku jika dirinya sudah melihat notifikasi penyaluran di website BSU Kemnaker. Akan tetapi bantuan tak kunjung dicairkan.

"Saya kesal, karena tidak tau kapan cairnya dan masuk ke rekening bank mana," imbuhnya.

Meskipun kata Firdaus, BSU sudah dikirim ke rekening tabungan BNI konven, namun bantuan tersebut harus ditarik di bank luar kabupaten kota, misalnya yang terdekat dengan barat selatan Aceh yaitu Sidikalang dan Medan, sedangkan untuk pantai timur Aceh adalah wilayah Pangkalan Brandan dan Stabat.

Firdaus menyebutkan, tak ada gunanya mengunjungi jauh-jauh bank di luar kota sementara uang senilai Rp 1 juta itu tidak bisa dimanfaatkan utuh oleh penerima untuk membantu ekonomi pekerja di masa pandemi Covid-19 ini.

"Masalahnya kita harus mengeluarkan biaya mulai dari waktu, ongkos mobil, komsumsi dan sebagainya hanya untuk mendapatkan BSU Rp 1 juta," ucapnya.

Firdaus pun berharap, kepada pemerintah pusat melalui Kemnaker bisa mempertimbangkan kembali penyaluran dana BSU bagi pekerja di Aceh agar ditransfer ke rekening BSI milik si penerima bantuan.

Editor:
Rubrik:News