Breaking News

Pemerintah Aceh Komit Majukan Dunia Pendidikan Aceh

Pemerintah Aceh Komit Majukan Dunia Pendidikan Aceh
Gubernur Aceh Nova Iriansyah

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com – Pemerintah Aceh fokus dan juga komit dalam upaya memajukan dunia pendidikan di Aceh.

Menurut Gubernur Aceh Nova Iriansyah, persoalan pendidikan harus diutamakan agar generasi Aceh bisa maju di masa mendatang.

Banyak hal yang menjadi masalah bagi masalah pendidikan dunia di Aceh. Di antaranya, poksi pendidikan aqidah yang sangat kurang di tingkat sekolah. Selain itu, masalah perlindungan anak dan kualifikasi guru juga menjadi masalah.

Pemerintah Aceh melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh menyediakan 2.100 kuota beasiswa bagi masyarakat Aceh pada tahun 2021 ini.

Beasiswa itu diberikan untuk masyarakat yang ingin menempuh pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri, mulai dari jenjang D1 hingga S3. Termasuk di dalamnya program dokter spesialis.

“Ini merupakan program dalam APBA tahun 2021 sebagai bentuk komitmen pak gubernur mewujudkan Aceh Carong,” kata Kepala BPSDM Aceh, Syaridin, di Banda Aceh, Rabu, (17/2/2021).

Syaridin menjelaskan, 2.100 kuota tersebut disediakan bagi masyarakat umum, sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang berlaku. Adapun pendaftaran beasiswa untuk calon penerima akan dibuka pada minggu ke tiga di bulan Maret. 

“Pendaftarannya akan dibuka akhir bulan Maret, para calon penerima akan mengikuti sejumlah seleksi yang telah ditentukan. Tahapan seleksi akan berlangsung sampai bulan Juni, Dan di bulan Juli peserta yang lulus seleksi akan menerima beasiswanya,” ujar Syaridin.

Pemerintah Serius Bantu Beasiswa Mahasiswa Aceh di Timur Tengah

Pemerintah Aceh kembali menegaskan komitmennya untuk membantu beasiswa bagi para mahasiswa asal Aceh yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Timur Tengah.

Dalam kesempatan yang sama, Syaridin menyampaikan, pada awal Februari lalu, Pemerintah Aceh bekerja sama dengan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh telah memberangkatkan 74 orang mahasiswa Aceh untuk kuliah di Kairo, Mesir.

Ke-74 mahasiswa itu juga diberikan beasiswa dari Pemerintah Aceh selama menempuh pendidikan di Mesir. Beasiswa yang diterima oleh mahasiswa yang berangkat ke Mesir itu masuk dalam program 2.100 kuota beasiswa tahun 2021.

“Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Pak Gubernur, mereka juga diberikan langsung arahan,”ujar Syaridin.

Syaridin menyampaikan, apapun upaya Pemerintah Aceh dalam membantu dunia pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM Aceh. Sehingga Aceh dapat menjadi daerah yang maju di masa yang akan datang.

Sementara itu, Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc, mengaku sangat mengapresiasi langkah BPSDM Aceh dalam menindaklanjuti harapan gubernur Aceh. “Yang baik-baik harus diapresiasi. Semoga dengan adanya dukungan ini, adik-adik kita bertambah semangat dalam belajar di Al Azhar Mesir, nantinya,” ujar Syech Fadhil.

“Ini juga menjadi motivasi bagi alumni dayah nantinya di seluruh Aceh untuk tak ragu belajar hingga ke Timur Tengah. Kali ini untuk Mesir, semoga ke depan juga untuk negara-negara lainnya di Timur Tengah, “kata Syech Fadhil lagi.

Sebagaimana yang diketahui, selain beasiswa untuk mahasiswa Al Azhar asal Aceh, pemerintah juga berencana membangun kerjasama pelatihan bahasa.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan ada penandatanganan kerjasama, ” ujar M. Fadhillah, disampingi M. Zuhri Sulaiman, Koordinator Lembaga Edukasi Timteng IKAT Aceh.

Peningkatan SDM di Bidang Maritim

Pemerintah Aceh dan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh sepakat menjalin kerja sama guna meningkatkan sumber daya manusia Aceh di bidang maritim. Buah dari kesepakatan itu, pada tahun ajaran baru 2021 ini, ditargetkan minimal sebanyak 46 orang putra putri Aceh dapat menempuh pendidikan di lembaga vokasi tersebut, dengan biaya pendidikan ditanggung penuh oleh Pemerintah Aceh.

Selama ini BPSDM telah membangun kerja sama dengan sembilan lembaga pendidikan tinggi vokasi di Indonesia. Di antaranya ada Politeknik Pariwisata di Banyuwangi dan Politeknik Akamigas di Jawa Tengah. Di kesembilan lembaga tersebut Pemerintah Aceh telah mengirimkan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan.

“Semua anak Aceh yang dikirim ke sembilan Politeknik itu dibiayai oleh Pemerintah Aceh. Pada tahun ini kerja sama dengan Politeknik Pelayaran Malahayati harus jadi, sehingga putra putri Aceh dapat memiliki lebih banyak  pilihan pendidikan tinggi vokasi, “kata Syaridin.

Syaridin mengatakan, keberadaan Politeknik Pelayaran Malahayati di Aceh merupakan peluang besar bagi anak muda Aceh untuk mengembangkan kemampuannya di bidang kelautan. Namun menurutnya, jumlah anak Aceh yang menempuh pendidikan di situ masih minim selama dua tahun Politeknik tersebut beroperasi.

“Padahal peluang kerja di bidang pelayaran dan kelautan baik di ranah lokal maupun internasional sangat lah besar. Karena itu, mulai kini peluang ini  harus diambil oleh putra putri Aceh,”ujar Syaridin seraya menambahkan, pertemuan tersebut menjadi titik awal mula kedua pihak membangun kerja sama untuk memberikan peluang dan kesempatan yang lebih untuk putra putri Aceh di masa mendatang.

Syaridin menambahkan, Pemerintah Aceh melalui BPSDM berkomitmen untuk mendukung dan mendorong putra-putri Aceh agar dapat mengenyam pendidikan vokasional di lembaga di bawah Kementerian Perhubungan tersebut.

“Ke depan BPSDM Aceh juga  akan membuat program untuk guru-guru di SMK Kelautan di Aceh agar mengikuti pelatihan di Politeknik Pelayaran Malahayati ini,”ujar Syaridin.

Syaridin menjelaskan, pendidikan kelautan tersebut sangatlah cocok bagi anak-anak Aceh. Pasalnya hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh secara geografis posisinya berada di pesisir (perairan). Hanya beberapa kabupaten saja yang tidak.

Oleh sebab itulah, Syaridin berharap penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Aceh dengan Politeknik Pelayaran Malahayati maupun Kementerian Perhubungan RI dapat segera dilaksanakan secepat mungkin, sebelum perekrutan mahasiswa baru dibuka.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh, Joni Turiskan, menyambut baik rencana kerja sama yang disampaikan Kepala BPSDM Aceh. Ia mengatakan, tujuan didirikan lembaga tersebut di Aceh adalah untuk meningkatkan SDM Aceh yang handal di bidang maritim. Namun sayang, presentase putra Aceh yang menempuh pendidikan di situ masih minim.

“Karena itu kami menyambut baik rencana kerja sama ini,  kita juga ingin melihat banyak putra putri Aceh bisa menjadi SDM di perhubungan kelautan baik lokal maupun internasional,”kata Joni.

Joni menjelaskan, Poltekpel Malahayati Aceh merupakan salah satu dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan.

Ia mengatakan, keberadaan lembaga tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi anak negeri agar terbentuknya SDM berkualitas yang dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja industri maritim baik di dalam maupun di luar negeri.

Joni menjelaskan, lembaga tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2012. Namun baru dua tahun terakhir menjadi Politeknik Pelayaran. Sebelum itu statusnya masih sebagai Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) yang hanya menyediakan Sertifikasi Kompetensi di bidang pelayaran. Kini, semenjak menjadi Politeknik lembaga tersebut juga sudah lebih berkembang dengan menyediakan program diploma.

“Sudah ada dua angkatan dari program diploma yang sudah berjalan dua tahun ini. Pada bulan April mendatang kami juga akan membuka kembali rekrutmen mahasiswa baru,” kata Joni.

Joni mengatakan, selain menyediakan program pendidikan tinggi, Poltekpel Malahayati juga menyediakan program Diklat Sertifikasi Kompetensi Kelautan. Sertifikasi yang dikeluarkan lembaga tersebut memiliki nilai yang tinggi di bidang kelautan.

Sehingga mereka yang mengikuti diklat tersebut dapat memanfaatkannya untuk bekerja di berbagai perusahaan maritim, baik lokal maupun internasional.

“Artinya pendidikan vokasional maritim ini memiliki lapangan pekerjaan yang sangat luas, baik di pemerintahan, industri, maupun di dalam masyarakat sendiri,”kata Joni.

Joni menyebutkan, Program Diploma III di Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh memiliki tiga jurusan, yaitu,  jurusan Nautika, Teknika, dan Electro Technical Officer (ETO). Selain program diploma, Politeknik itu juga menyediakan sejumlah program diklat keterampilan sertifikasi kompetensi.

Usai pertemuan tersebut, Kepala BPSDM Aceh, bersama jajaran Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh mengunjungi sejumlah ruangan dan fasilitas praktikum peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPSDM Aceh mengapresiasi kelengkapan dan kecanggihan alat pelatihan pelayaran yang ada di Politeknik tersebut. Ia pun semakin yakin untuk mendukung dan memfasilitasi anak-anak Aceh menempuh pendidikan vokasional maritim tersebut.

Kedatangan Kepala BPSDM ke Politeknik Pelayaran Malahayati itu ikut didampingi oleh Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Kerja Sama BPSDM Aceh, dr. Chalili Putra, dan Kepala Sub Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Pendayagunaan Alumni BPSDM Aceh, Ismardi. [Advetorial]

jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI