Breaking News

Pelayanan PDAM Tirta Naga Kembali Dikeluhkan, Begini Penjelasannya

Pelayanan PDAM Tirta Naga Kembali Dikeluhkan, Begini Penjelasannya
Gedung PDAM Tirta Naga Tapaktuan, Aceh Selatan. (Ist)

TAPAKTUAN, ACEHPORTAL.com - Pelayanan PDAM Tirta Naga Tapaktuan kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga Dusun II Komplek Graha Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan mengeluhkan pelayanan manajemen PDAM Tirta Naga Tapaktuan.

Pasalnya, warga di kawasan tersebut tidak mendapatkan suplai air secara normal.

Marzuki (51), salah seorang warga setempat membeberkan pokok persoalan yang dialami oleh mereka selama ini. Ia mengatakan, suplai air PDAM Tirta Naga tidak dapat menjangkau kawasan pemukiman tempat tinggalnya, sehingga dengan terpaksa warga harus membeli pompa air agar mendapatkan air bersih.

"Kami terpaksa membeli mesin pompa air supaya mendapatkan suplai air bersih," ujarnya kepada wartawan, Jumat (4/6/2021).

Lebih lanjut Marzuki mengatakan, warga telah menyampaikan hal tersebut ke pihak PDAM Tirta Naga. Namun menurutnya, keluhan tersebut ditanggapi tanpa kejelasan sehingga menimbulkan kekecewaan bagi warga yang tinggal di kawasan dataran tinggi tersebut.

"Kami sangat kecewa kepada Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan, jika perlu Bupati Aceh Selatan segera mengevaluasi kinerjanya yang dinilai tidak mampu mengangkat manajemen PDAM Tirta Naga," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan, Cut Maisara melalui Kabag Tehnik PDAM Tirta Naga menjelaskan, persoalan itu telah menemukan kesepakatan bersama pihak developer (perusahaan yang membuat perumahan) saat permohonan pemasangan pipa PDAM Tirta Naga di komplek tersebut.

"Sebelum terencananya pembangunan komplek tersebut pihak developer telah bermohon kepada PDAM Titrta Naga Tapaktuan untuk pemasangan pipa, setelah kami lakukan surve lokasi dan mengukur elevasi (posisi vertikal atau ketinggian suatu objek dari suatu titik tertentu) jarak dan ketinggian, maka kami menyatakan tidak bisa memasang pipa dikarenakan jarak dan ketinggian sehingga air tidak mampu untuk didistribusikan," jelasnya.

Ia melanjutkan, saat itu disepakatilah solusi dengan dibantu pompa pendorong dengan kesepakatan beban pompa dan tagihan air dibebankan kepada konsumen itu.

"Kesepakatan itu merupakan perjanjian yang telah disetujui oleh pihak PDAM Tirta Naga Tapaktuan dan developer," pungkasnya.

Editor:
Rubrik:Daerah, Umum