Breaking News

Pelaku Yang Terlibat Judi Online di Abdya Tidak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Pelaku Yang Terlibat Judi Online di Abdya Tidak Ditahan, Ini Alasan Polisi

BLANGPIDIE, ACEHPORTAL.com - Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution, SIK melalui Kabag Ops. AKP Haryono mengatakan alasan tidak dilakukan penahanan karena kedua pelaku melakukan perbuatan maisir sehingga berpotensi dikenakan hukum jinayah.

"kedua pelaku kita lepaskan, sebab perbuatannya masuk keranah maisir atau judi dan secara ketentuan diserahkan ke petugas WH untuk diproses secara hukum syariat," jelasnya kepada ACEHPORTAL.com, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Transaksi chip Game Online, Dua Warga Abdya "Dibeureukah" Polisi

Namun, tambah Haryono proses pemeriksaan terhadap kedua pelaku tetap dilakukan oleh pihak Polres Abdya. Bahkan, saat ini kata dia kasus judi online ini sudah tahap penyidikan.

Pihaknya juga mengaku sedang melengkapi berkas kasus ini dan akan diserahkan ke pihak kejaksaan.

"Kita tunggu bagaimana hasilnya di kejaksaan, apakah diserahkan ke WH atau sanksi pidana," imbuhnya.

Jika diserahkan ke WH, sambung Haryono maka kedua tersangka dikenakan hukum jinayah berupa sanksi hukuman cambuk. Dan apabila diberlakukan KUHP, maka ancaman kurungan penjara dibawah 4 tahun.

Karena semakin maraknya permainan judi online, maka Kabag Ops. Haryono mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak dengan judi game online tersebut.

Disamping itu, ia juga minta orang tua untuk menjaga dan mengontrol aktivitas sehari-hari anak di rumah agar menjauhi judi online yang berjenis game itu.

Haryono menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan menangkap masyarakat atau anak muda jika terbukti melakukan praktik jual beli chip scatter atau jenis game lainnya yang mengandung unsur judi.

"Sesekali orang tua periksa hp anak apabila menemukan game online yang ada unsur judinya dan hal-hal negatif maka anak diberikan teguran dan sanksi oleh orang tua," pesan Haryono.

Sebagaimana diberitakan, dua warga Abdya yang berasal dari Kecamatan Susoh, masing-masing DA (24) warga Gampong Palak Hilir, dan SA (37) warga Gampong Pulau Kayu, harus berurusan dengan polisi lantaran terlibat judi game online.

Kedua pelaku dibeureukah polisi saat sedang melakukan transaksi jual beli chip scatter di salah satu kios Gampong Durian Jangek, Susoh, Sabtu (13/3/2021) sekira pukul 01.0 WIB dini hari.

Rubrik:Hukum