Breaking News

Pelaku yang Diduga Membunuh Pelajar di Aceh Singkil Kemarin Ditangkap

Pelaku yang Diduga Membunuh Pelajar di Aceh Singkil Kemarin Ditangkap
Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan yang kini masih diamankan di Mapolres Aceh Singkil. (Ist)

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Pelaku yang diduga telah membunuh seorang pelajar berinisial LSB (14) yang ditemukan kemarin dalam keadaan tidak bernyawa dan terkubur di belakang Kantor Kepala Desa Lipat Kajang Bawah, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil sudah ditangkap.

Penangkapan pelaku yang diduga membunuh pelajar SMP tersebut beredar di grup WhatsApp, Kamis (13/5/2021). Masih berdasarkan informasi yang diterima, diketahui pelaku telah di tangkap pada Rabu kemarin tak lama setelah penemuan jasad korban. 

Saat dikonfirmasi, Kapolres Aceh Singkil, AKBP Mike Hardy Wirapraja melalui Kapolsek Simpang Kanan, Iptu Ramlan membenarkan hal itu. Namun ia mengatakan bahwa kasus tersebut ditangani Polres. 

"Ya sudah dapat cuma sudah kita limpahkan ke Polres. Mengenai kasus besar seperti ini kita limpahkan ke Polres dan untuk sementara udah dalam penanganan Sat Reskrim," ungkap Ramlan kepada ACEHPORTAL.com Kamis (13/5/2021).

Kapolsek mengungkapkan, pelaku ditangkap kemarin berdasarkan pengakuan serta bukti-bukti yang ada. 

"Tadi malam sudah mengakui semua, kemarin sebelum mengaku saat kita konfirmasi belum ngaku dia dan masih ngeles dan belum cukup bukti, karena begitu sudah mengaku langsung dibawa," ujar Ramlan.

Saat disinggung berapa jumlah diduga pelaku, Ramlan menyampaikan bahwa terduga pelaku berjumlah dua orang. 

"Ada dua orang tapi mana tau nanti ada lagi diduga pelakunya ya kita nanti saja dan untuk informasi detilnya terkait kronologisnya bisa nanti informasi dari Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil, karena kasus ini sudah ditangani Sat Reskrim dan saat ini diduga pelaku juga sudah diamankan di Mapolres Aceh Singkil," jelasnya.

Namun saat disinggung inisial pelaku, ia tak banyak berkomentar karena kasus tersebut masih dalam penanganan lanjut. Terduga pelaku, lanjut dia, biasa dipanggil Khaidir dan War. 

"Yang jelasnya kita nanti saja informasi detilnya dari Kasat Reskrim, mungkin mereka saat ini lagi mengumpulkan bukti-bukti tambahan," pungkas Ramlan.