Breaking News

PC IMM Abdya Minta Penegak Hukum Transparan Usut Kasus Aplikasi PIKA Rp 1,3 Miliar

PC IMM Abdya Minta Penegak Hukum Transparan Usut Kasus Aplikasi PIKA Rp 1,3 Miliar
Ketua Umum PC IMM Abdya, Abdul Janan. (Ist)

BLANGPIDIE, ACEHPORTAL.com - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh Barat Daya (Abdya) meminta penegak hukum di Kabupaten setempat untuk lebih transparan dalam mengusut kasus dugaan korupsi pembuatan Aplikasi Toko Online PIKA (Pusat Industri Kreatif Abdya) yang menelan anggaran APBK Rp 1,3 milyar.

"Kami menilai Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya tidak transparan terhadap kasus pembuatan aplikasi PIKA senilai Rp 1,3 milyar ini," ujar Ketua Umum PC IMM Abdya, Abdul Janan dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Menurut Janan, sudah hampir memasuki bulan kelima, Kejari Abdya tidak pernah mempublikasikan hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh pihaknya selaku instansi penegak hukum di Abdya.

“Kadis sudah diperiksa, PPK, tim ahli IT, rekanan bahkan anak pejabat Abdya dan satu warga Kuala Batee juga sudah diperiksa, tapi hasil pemeriksaan sampai saat ini belum ada kejelasan,” ungkapnya. 

Ketua PC IMM Abdya itu meminta Kejari Abdya untuk segera mempublikasikan hasil dari pemeriksaan kasus tersebut yang selama ini sudah dilakukan.

Sebab, alasan Janan transparansi merupakan amanah Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik.

“Publik perlu juga untuk mengetahui dan mendapatkan informasi serta kepastian hukum terhadap kasus ini,” imbuhnya. 

Ia menaruh harapan agar Kejari Abdya segera mengusut tuntas kasus yang diduga telah merugikan negara itu. Jangan sampai, sebut Janan Kejari Abdya ikut bermain mata dengan oknum-oknum yang terlibat dalam kasus aplikasi PIKA tersebut.

“Kita minta Kejari Abdya untuk mengusut secara tuntas terhadap proyek PIKA yang diduga ada markup anggaran. Dan jangan sampai Kejari bermain mata, jika sudah mulai bermain maka masyarakat tidak akan percaya lagi kepada penegakan hukum di Abdya ini,” katanya.

Informasi yang dihimpun ACEHPORTAL.com, proyek pembuatan aplikasi sistem informasi terpadu yang menghabiskan anggaran Rp 1,3 milyar itu berada di bawah Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Abdya menggunakan anggaran APBK tahun 2020.

Dalam pengelolaan website Toko Online PIKA tersebut, Disperindagkop Abdya menunjuk lembaga Central Creatif Industri of Abdya (CCIA).

Editor:
Rubrik:Daerah, Umum