Pasca Lebaran, Sembilan Warga Abdya Dinyatakan Positif Covid-19

Pasca Lebaran, Sembilan Warga Abdya Dinyatakan Positif Covid-19
Kadis Kesehatan Abdya, Safliati. (Ist)

BLANGPIDIE, ACEHPORTAL.com - Pasca lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah dilaporkan sembilan kasus baru positif Corona Virus Disease (Covid-19) terjadi di Aceh Barat Daya (Abdya).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Safliati, SST Mkes, Rabu (19/5/2021).

Safliati membenarkan jika pada tahun 2021 ini ada penambahan kasus baru Covid-19 di daerah yang berjuluk Breuh Sigupai itu.

"Iya, sebenarnya sejak bulan April sampai Mei tahun ini yang terkonfirmasi positif Covid dari hasil pemeriksaan PCR itu ada sebanyak 9 orang warga Abdya," katanya.

Safliati menyebutkan dari 9 orang warga yang terkonfirmasi positif Corona itu, diantaranya saat ini sebanyak 2 orang sedang dirawat di RSU ZA Banda Aceh, 1 orang di RSUTP dan 2 orang menjalani isolasi mandiri.

Masing-masing warga yang menjalani perawatan dan isolasi mandiri tersebut yakni, 1 orang dari Kecamatan Lembah Sabil, 3 orang dari Kecamatan Blangpidie dan 1 orang Kecamatan Kuala Batee.

Sedangkan, sebanyak tiga orangnya lagi dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia.

"Yang sembilan orang ini terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan PCR Swab Test di Banda Aceh," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selama ini pihaknya yang mengirim sampel untuk dilakukan pemeriksaan uji test Covid melalui Dinkes Provinsi Aceh di Banda Aceh.

Ada beberapa laboratorium yang dijadikan tempat pemeriksaan test Covid, katanya seperti di Laboratorium Balitbangkes, RSUZA dan Laboratorium Kesda Banda Aceh.

"Rata-rata warga yang terkonfirmasi positif Covid sebagian besar kita peroleh dari RSU ZA Banda Aceh," imbuhnya.

Safliati mengatakan hingga tahun 2021 ini saja data update per tanggal 18 Mei, total kasus positif Covid-19 di Abdya secara kumulatif sudah mencapai 103 kasus.

Kasus terbanyak terdapat di Kecamatan Blangpidie sebanyak 53 kasus. Selanjutnya Susoh 16 kasus, Kuala Batee 12 kasus, Babahrot 6 kasus, Lembah Sabil 5 kasus, Manggeng 5 kasus, Setia 2 kasus dan Jeumpa 2 kasus, serta Tangan-Tangan 1 kasus.

Dari angka kasus tersebut dilaporkan sembuh sebanyak 89 orang, meninggal 9 orang, suspek 202 orang dan probable 57 orang.

Melihat kondisi ini, Kadis Safliati mengimbau masyarakat Abdya untuk meningkatkan kesadaran agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Dia juga meminta agar masyarakat benar-benar memahami bahaya yang diakibatkan oleh virus ini.

Diketahui virus ini bukan hanya berasal dari China, akan tetapi saat ini sudah berkembang virus baru, yaitu salah satunya berasal dari negara India.

Kendati pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan penyekatan wilayah untuk menekan lonjakan kasus Covid-19, namun penularan virus itu dapat terjadi kapan pun dan dimana saja. 

Walaupun tidak pernah memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah, menurutnya penularan virus itu juga bisa terjadi pada masing-masing diri kita.

"Tanpa kita sadari virus ini tertular melalui kontak fisik dengan orang lain yang sudah terjangkiti virus tersebut. Oleh sebab itu, kepada masyarakat selalu gunakan masker saat berada diluar rumah, menjaga jarak dan membiasakan selalu mencuci tangan," demikian pesan Safliati.