Breaking News

Pasca Banjir di Langsa, Harga Bumbu Dapur dan Sayur Mayur Melonjak Naik

Pasca Banjir di Langsa, Harga Bumbu Dapur dan Sayur Mayur Melonjak Naik

Langsa, Acehportal.com - Pasca banjir hujan deras yang mengguyur kota Langsa, Sabtu dan Minggu (3/1/2021) kemarin, harga kebutuhan dapur dan sayur mayur melonjak naik, Senin (4/1/2021).

Meski kenaikan harga bervariasi setiap para pedagangnya di pasar tradisional Kota Langsa, di anggap mahal bagi para kaum emak-emak.

Seperti harga cabe merah biasanya Rp 50 ribu per kilogram kini Rp 70 hingga Rp 80 ribu per kilogram. Cabe rawit sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram kini mencapai Rp 55 hingga Rp 60 ribu per kilogram.

Kemudian, bawang merah lokal dari Rp 50 per kilo kini mengalami kenaikan menjadi Rp 75 ribu per kilogramnya, bawang putih Rp 30 ribu per kilo kini menjadi Rp 55 ribu per kilogram dan tomat biasanya Rp 8 ribu per kilo kini mengalami kenaikan mencapai Rp 26 ribu per kilogramnya. Rata-rata kenaikan harga mencapai 30 hingga 50 persen.

Dari kejadian banjir yang merendam kota Langsa juga membuat harga jual tempe, telur, ikan segar dan sayur mayur di pasar tradisional mengalami kenaikan tidak seperti hari-hari sebelumnya.

Harga tempe lokal batangan bungkus daun biasa per batangnya Rp1.500 menjadi Rp 2500. Kemudian harga ikan segar jenis kembung Rp 35 ribu per kilo naik menjadi Rp 45 ribu per kilo. Ikan jenis Tuna dari Rp 25 ribu per kilo naik menjadi Rp 40 ribu per kilo.

Selanjutnya, ikan Gergak Rp 25 ribu per kilo naik menjadi Rp 35 ribu per kilo dan ikan Biji Nangka lokal biasanya Rp 25 ribu per kilo naik menjadi Rp 35 ribu per kilogramnya.

Kemudian, harga telur ayam biasanya satu papan Rp 35 ribu kini naik mencapai Rp 50 ribu per papan. Lain lagi dengan harga sayur kangkung putih lokal, biasa per ikat Rp 2000 kini Rp 3000. Harga bayam merah biasanya per ikat Rp 1000 naik menjadi Rp 2000, tidak termasuk sayur pasokan dari luar daerah.

Menurut Ratna, salah seorang pedagang pengecer bumbu masak dan sayur mayur di pusat Pasar Langsa mengaku, kenaikan harga ini lebih disebabkan sulitnya memperoleh barang dagangan.

"Karena pasokan sangat terbatas akibat banjir, bukan di Langsa saja tapi ditempat lain," katanya.

Begitu pula pengakuan Ismail, salah seorang pedagang ikan lokal. Kenaikan harga ikan segar bukan tidak beralasan, sebab sejumlah para nelayan beberapa hari ini tidak melaut karena cuaca buruk, hujan dan angin.

"Sehingga pasokan ikan lokal sangat terbatas, sementara saat ini kita jual pasokan ikan dari luar daerah," ungkap Ismail.

Eliana, seorang emak-emak penyedia sayur masak asal Langsa mengatakan, harga bumbu dapur, ikan dan sayur mayur sejak banjir mengalami kenaikan hingga saat ini dirasa mahal.

Sementara, dirinya selaku penyedia sayur masak yang dijualnya masih seperti biasa, jika dinaikan dagangannya tentu pelanggannya keberatan dan tak lagi mau berlangganan.

Eliana berharap, kenaikan harga ini dinilainya hanya sementara dan tidak berlangsung lama. Hal itu dimakluminya karena memang adanya musibah banjir dimana-mana.

"Mudah-mudahan aktivitas penghasil komoditi ini bisa kembali normal seperti biasa," harapnya.

Rubrik:Daerah, Ekonomi
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI