Breaking News

Panen Padi di Abdya Tak Serentak, Harga Gabah di Sebagian Lokasi Sawah Cenderung Turun

Panen Padi di Abdya Tak Serentak, Harga Gabah di Sebagian Lokasi Sawah Cenderung Turun

Blangpidie, Acehportal.com - Panen padi pada masa Musim Tanam (MT) Gadu 2020 di Aceh Barat Daya (Abdya) tidak serentak, harga gabah panen kering (GPK) pun cenderung turun.

Pertama panen pada Desember 2020 lalu terbatas di beberapa lokasi saja yaitu areal persawahan Blang Beuah Gampong Pawoh, Pantai Perak Kecamatan Susoh dan Blang Cot Seutui, Gampong Kedai Siblah dan Kuta Bahagia Kecamatan Blangpidie.

Memasuki awal Januari 2021, panen padi pun sudah mulai merata pada berbagai tempat lokasi sawah di Kecamatan Blangpidie. Bahkan sama di Kecamatan Susoh dan Jeumpa juga demikian hingga sekarang.

Sedangkan Kecamatan lain, seperti Kecamatan Setia, Tangan-Tangan, Manggeng, Lembah Sabil, Kuala Batee dan Babahrot, kondisi tanaman padi saat ini sebagian ada yang sudah memanen, sebagian besar sudah menguning, dan bahkan ada sebagian kecil baru keluar malai (mekar bunga).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Acehportal.com, pada Desember 2020 lalu harga gabah padi kering sempat naik mencapai Rp.5.200 per kg. Namun, akhir-akhir ini harga menurun berkisar antara Rp. 4.900 hingga Rp 4.800 per kg.

Harga gabah yang fluktuatif itu sangat dirasakan pihak petani yang saat ini sebagian sedang memanen padi di Abdya.

Salah seorang petani, Zulfikar (51) saat ditanyakan Acehportal.com, Senin (8/2/2021) mengatakan bahwa dirinya sudah memanen padi di lokasi persawahan Gampong Kepala Bandar, Kecamatan Susoh.

"Saat ini harga gabah sedang turun dikarenakan para agen yang biasa membeli gabah tidak datang sehingga para petani terpaksa menjualnya ke agen yang lain dengan harga dibawah standar," ungkap Zulfikar.

Oleh sebab itu, ia meminta adanya solusi dari Pemerintah Daerah untuk mengatasi persoalan naik turunnya harga gabah ini.

Salah satunya, kata dia yakni pemerintah harus melakukan pengawasan harga di lapangan agar petani tidak dipermainkan oleh para agen.

Sementara itu, ia juga menuturkan ketersediaan alat pemotong padi kombinasi (Mesin Combine) dari Dinas Pertanian Abdya sangat membantu petani dalam proses panen padi di sawah.

“Alhamdulillah, kalau proses panen padi selama ini kami tidak ada kendala, dan kami justru merasa berterimakasih pada Dinas Pertanian Abdya yang sudah memfasilitasi ketersediaan mesin Combine ini selalu ada saat dibutuhkan petani," ucap Zulfikar.

Rubrik:Daerah, Ekonomi, Umum
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI