Paban II/Puanpotdirga Spotdirgaau Buka Sertifikasi Basic Remote Pilot Fasi Angkatan 25 Tahun 2021 di Lanud SIM

Paban II/Puanpotdirga Spotdirgaau Buka Sertifikasi Basic Remote Pilot Fasi Angkatan 25 Tahun 2021 di Lanud SIM

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Penggunaan pesawat udara tanpa awak atau biasa dikenal dengan Drone makin banyak digunakan oleh berbagai kepentingan.

Seiring dengan maraknya penggunaan alat ini perlu regulasi agar pemakainya tidak melanggar hak-hak orang lain dan privasi publik, atas dasar itu pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda yang diwadahi oleh Kasibinpotdirga Lanud SIM, Kapten Tek Sutamat mengadakan pelatihan sertifikasi Basic Remot Pilot Drone yang diikuti oleh 63 orang.

Peserta terdiri dari Kodam IM, Lanud SIM, Direktorat Jenderal Bina Marga, Airnav Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Kipan C Yonko 469 Paskhas, Humas Pemda Aceh, Dishub Aceh, Lanal Lhok Seumawe, Lanud MUS, Satrad 233 Sabang, Satrad 231 Lhokseumawe.

Kemudian, SMKN Penerbangan Aceh, Koni Aceh Besar, Komunitas Drone AFF, Komunitas Drone Aceh Sekuadrone, PT Waskita Karya, PT Toba Pulp Lestari, SAR Banda Aceh dan dari PU Aceh.

Selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu tanggal 20 hingga 21 Maret 2021 kegiatan ini diselenggarakan agar para pilot Drone khususnya di wilayah Aceh betul-betul memahami aturan-aturan penggunaan Drone tersebut.

Karena, Drone saat ini banyak digunakan di sektor lain seperti pertanian, pertambangan, bahkan hobi Aeromodelling.

Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Henri Ahmad Badawi dalam sambutannya menyampaikan, penggunaan Drone oleh masyarakat di masa depan diperkirakan akan semakin banyak.

Oleh karena itu, kata Danlanud, aturan menerbangkan Drone perlu terus di sosialisasikan agar dapat menjaga keselamatan semua pihak.

"Setiap penerbang drone wajib memiliki sertifikasi agar nanti dapat dipertanggungjawabkan dan sakaligus menjadi penjuru pembimbingan di daerah tugas masing-masing demi untuk keselamatan dan keamanan bersama baik dalam dunia kedirgantaraan maupun keamanan sendiri," ujarnya.

Selanjutnya, Paban II/Puanpotdirga Spotdirgaau, Kolonel Pnb Agung "Sharky" Sasongkojati yang bertindak sebagai instruktur latihan menyampaikan, perkembangan dan penggunaan drone di Indonesia dan bahkan di dunia, telah membuat regulator penerbangan di berbagai negara menyusun ketentuan-ketentuan penerbangan drone agar tidak mengganggu dan membahayakan penerbangan pada umumnya.

Di Indonesia, aturan itu antara lain telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 37 Tahun 2020 tentang Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia.

"Banyak pasal-pasal yang harus diketahui publik, terutama oleh para pengguna drone, agar tidak salah kaprah dalam menerbangkan drone," terangnya.

Aturan-aturan tersebut dapat diunduh di dalam jaringan, antara lain dari laman Kementerian Perhubungan. Ketidaktahuan dan pelanggaran terhadap aturan-aturan tersebut, selain dapat membahayakan penerbangan, juga pelaku terancam sanksi pidana dan sanksi administratif.

"Pengenaan sanksi dilaksanakan berdasarkan hasil pengawasan sesuai dengan kondisi terhadap mereka yang melanggar wilayah kedaulatan dan keamanan udara, mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan, memiliki dampak ancaman terhadap pemerintah, pusat ekonomi, objek vital nasional dan keselamatan negara, tidak memiliki persetujuan dan beroperasi tidak sesuai dengan persetujuan yang diberikan," tandas Kolonel Pnb Agung "Sharky".

Dalam Sertifikasi Basic Remote Pilot ini, bagi peserta yang telah menyelesaikan pelatihan Dispotdirga atau melalui Fasi akan mendapatkan sertifikat dan Brivet Fasi sebagai bukti bahwa orang tersebut telah memahami dan mengerti aturan maupun larangan yg berlaku dalam dunia penerbangan pesawat tanpa awak atau drone.

Rubrik:Daerah, Teknologi, Umum
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI