Breaking News

Ombudsman: Masih Ada Korban yang Belum Dapatkan Rumah Bantuan

Ombudsman: Masih Ada Korban yang Belum Dapatkan Rumah Bantuan

Banda Aceh, Acehportal.com - Genap sudah 16 tahun gempa bumi dan gelombang dahsyat tsunami menerpa Aceh dan beberapa daerah lainnya. Namun, ada hal pilu yang dirasakan oleh korban, diantaranya Sri Rahayu atau Ayu (52), warga Kota Banda Aceh yang belum menerima rumah bantuan.

Padahal, rumah bantuan tsunami cukup banyak dibangun oleh pihak luar maupun oleh pemerintah sendiri. Mirisnya, masih ada korban yang juga terkatung-katung karena belum mendapatkan rumah bantuan tersebut.

Sri Rahayu yang datang secara langsung ke Kantor Ombudsman RI Perwakilan Aceh membuat laporan ke lembaga negara itu, karena sudah belasan tahun kejadian tsunami menimpanya dan keluarga namun belum mendapatkan rumah bantuan sebagaimana masyarakat lainnya.

Alasannya, ia belum mendapatkan rumah yaitu karena tidak memiliki lahan atau tanah untuk tapak rumah.

Cerita ini disampaikan Ayu di Kantor Ombudsman dengan berlinang air mata, mengingat kejadian 16 tahun silam yang menerpanya dan keluarga begitu parah. Ayu tinggal seorang diri, sedangkan suami dan empat anaknya meninggal saat kejadian tersebut.

"Saya baru sadar setelah disiram oleh orang di sebuah pulau, ketika saya bangun dan bertanya ini dimana, masyarakat sekeliling saya bilang ini di Sabang," kata Ayu.

"Saya tidak sadar sudah terdampar dari Banda Aceh ke Sabang, kaki saya patah dan di gigit ikan. Ketika pulang ke Banda Aceh saya melihat rumah tempat tinggal saya sudah rata dengan tanah yang berlokasi di Lampulo," ungkapnya.

Sri Rahayu berharap, laporannya dapat segera diproses oleh pihak Ombudsman dan dirinya sangat mengidamkan rumah bantuan layaknya korban yang lain.

Kapala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwadddin Husin terkejut saat menerima pengaduan dari Sri Wahyuni. Ia adalah korban tsunami yang belasan tahun tinggal hanya berdua ibunya yang juga korban tsunami, belum mendapat bantuan rumah, sehingga tetap menyewa rumah hingga sekarang.

"Saya kaget mendengar cerita Ibu Sri Rahayu, kebetulan saat itu saya ikut mendengarkan langsung cerita yang disampaikan oleh korban tersebut," kata Taqwaddin, Sabtu (26/12/2020).

"Pelapor datang ke kantor kami membuat pengaduan pada Rabu (23/12/2020) kemarin," tambah Kepala Ombudsman Aceh yang juga Ketua Dewan Pakar Forum PRB Aceh tersebut.

Pelapor, lanjutnua, sudah berupaya memohon rumah bantuan dari pemerintah. Akan tetapi, terkendala karena yang bersangkutan tidak memiliki tanah.

"Berdasarkan data laporan di Ombudsman RI Aceh, masih ada enam keluarga korban tsunami yang belum mendapatkan rumah bantuan. Sementara ada ribuan lainnya warga masyarakat Aceh yang fakir yang tak memiliki lahan sendiri sehingga selama ini tidak bisa mendapatkan bantuan rumah dhuafa," jelasnya.

Terkait hal ini, Taqwaddin mendorong Pemerintah Aceh untuk melakukan penyediaan tanah bagi kaum fakir dan sisa korban tsunami.

"Program ini saya kira penting mengingat masih adanya para korban tsunami yang juga fakir yang belum dapat rumah bantuan," tambahnya.

Rubrik:Umum