Breaking News

Ombudsman Aceh Beri Penghargaan untuk Komunitas Cet Langet dan ERPA

Ombudsman Aceh Beri Penghargaan untuk Komunitas Cet Langet dan ERPA

Banda Aceh, Acehportal.com - Ombudsman RI Perwakilan Aceh kali ini memberikan penghargaan kepada dua komunitas yang peduli terhadap pelayanan publik.

Keduanya yaitu Komunitas Cet Langet yang terkenal dengan program rumah bagi warga miskin dan Komunitas Emergency Relawan Patwal Aceh (ERPA) yang mengawal ambulans ke setiap rumah sakit di Banda Aceh.

Penyerahan penghargaan itu dilaksanakan di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Rabu (23/12/2020) kemarin yang diserahkan langsung oleh Kepala Ombudsman Aceh, Taqwaddin Husin.

Sebelumnya, Ombudsman Aceh menyerahkan penghargaan kepada PT PLN Aceh, Wali Kota Banda Aceh dan Samsat Banda Aceh.

Pada kesempatan itu, Kepala Ombudsman Aceh menyatakan kedua komunitas itu selama ini telah melaksanakan sebagian tugas pemerintah untuk pelayanan publik.

"Kami memberikan apresiasi kepada kedua komunitas ini karena telah banyak berbuat kepada publik dan bisa jadi tahun depan komunitas lain juga akan kita berikan," sebut Taqwaddin.

Edi Fadil yang merupakan perwakilan dari Komunitas Cet Langet menyebutkan, saat ini komunitas Cet Langet telah membangun 104 unit rumah layak huni serta beasiswa untuk 235 siswa.

Selain itu, juga telah membangun empat unit sekolah di pedalaman Aceh, mushalla serta bantuan modal usaha bagi warga miskin.

Edi juga menyampaikan, dirinya hanya sebagai penghubung antara dermawan dan relawan. Jadi, seluruh dana hasil yang terkumpul tidak pernah digunakan untuk operasional tim.

"Saya hanya sebagai connecting people, pelakunya adalah pengusaha dan relawan," sebut Edi.

"Program ini terinspirasi dari salah satu anak kurang mampu yang mempunyai cita-cita tinggi di pedalaman Aceh Utara dan anak itu sekarang sedang kuliah dengan beasiswa dari Komunitas Cet Langet," tambahnya lagi.

Sementara, tim dari ERPA juga menuturkan, relawannya saat ini sudah hadir hampir setiap kabupaten/kota di Aceh yang anggotanya mencapai hingga 90 orang.

Komunitas ERPA terbentuk pada tahun 2017 lalu setelah melihat banyaknya pengguna jalan yang kurang kesadaran memprioritaskan jalur bagi ambulans, bahkan juga kepada pihak damkar.

Sehingga, mereka berinisiatif membantu dalam hal tersebut yang seharusnya merupakan bagian dari tugas pemerintah.

"Kami ingin mengedukasi kepada masyarakat betapa pentingnya memberikan jalan kepada mobil ambulans, hal itu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas," kata Alta Zaini selaku Penasehat ERPA didampingi Wakil Ketua ERPA, Teuku Romi Pahlevi dan beberapa relawan yang hadir.

Dalam kesempatan itu, kedua komunitas tersebut juga mengucapkan terimakasih kepada Ombudsman Aceh yang telah mengapresiasi kerja mereka selama ini. Sehingga, menjadi semangat dan motivasi untuk meningkatkan kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Ombudsman Aceh juga berpesan agar teruslah bekerja melayani masyarakat dan menyarankan agar bersinergi dengan berbagai pihak, guna kelancaran aktivitas di lapangan.

Taqwaddin juga menyampaikan, kegiatan-kegiatan relawan guna memudahkan masyarakat merupakan tugas mulai.

"Memudahkan orang lain maka Tuhan akan memudahkan kita, ingat itu," pungkas Taqwaddin.

Rubrik:Umum