Breaking News

Mulai Juli, Diskon Listrik Golongan 450 VA dan 900  VA Bersubsidi Tidak Diperpanjang 

Mulai Juli, Diskon Listrik Golongan 450 VA dan 900  VA Bersubsidi Tidak Diperpanjang 

JAKARTA - Pemerintah memutuskan tidak memperpanjang lagi diskon tarif listrik untuk golongan 450 VA dan 900 VA bersubsidi terhitung Juli 2021, sejalan dengan pulihnya kondisi perekonomian masyarakat di banyak daerah.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan  pemerintah telah memberikan bantuan dari tahun lalu dan besaran diskonnya kemudian mengalami penurunan. Dia mengatakan, bantuan ini berakhir usai kuartal II atau terakhir diperpanjang sampai Juni 2021.

Dengan demikian, mulai bulan depan masyarakat golongan 450 VA dan 900VA bersubsidi tak lagi menikmati diskon listrik.

"Telah diputuskan tahun ini bertahap triwulan I diberikan sesuai yang diberikan tahun 2020. Kemudian triwulan II diberikan hanya 50 persen dan triwulan berikutnya menjadi tidak sama sekali," katanya Rida Mulyana dalam konferensi pers, Jumat (4/6/2021) seperti dilansir Detik.com. 

Dia mengatakan, keputusan untuk menghentikan diskon listrik ini merupakan keputusan secara nasional.

"Seperti itu keputusan secara nasional, tidak di kita itunya keputusannya, tapi memang keputusan umum. Maksud saya juga itu menyangkut juga bansos yang lain, dan mudah-mudahan bisa dikomunikasikan dengan baik masyarakat luas," terangnya.

Ia menyebutkan stimulus atau diskon listrik ini tidak diperpanjang. Artinya, pelanggan yang memenuhi kriteria tak lagi menerima bantuan tersebut. 

"Keputusan pemerintah menghentikan stimulus listrik merupakan langkah yang tetap karena bisa meringankan beban keuangan negara," ujarnya. 

Seperti dikutip Antaranews.com, hingga April 2021, realisasi subsidi listrik tercatat mencapai Rp22,10 triliun yang terdiri dari subsidi untuk 25 golongan pelanggan PLN senilai Rp17,36 triliun, diskon rumah tangga tidak mampu golongan 450 VA dan 900 VA sebesar Rp4,67 triliun, dan diskon golongan bisnis 450 VA serta industri 450 VA senilai Rp66 miliar.

Dalam konteks penanganan dampak pandemi COVID-19, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tagihan listrik 100 persen bagi pelanggan golongan rumah tangga 450 VA serta diskon 50 persen bagi pelanggan rumah tangga 900 VA sejak April 2020.

Diskon 100 persen juga diberikan bagi pelanggan bisnis kecil dan industri dengan daya 450 VA serta pembebasan biaya minimum, abonemen dan biaya beban bagi pelanggan sosial, bisnis, dan industri dengan daya lebih dari 1.300 VA.

Ketentuan stimulus listrik tersebut terus diperpanjang dan berlaku hingga triwulan II 2021 dengan besaran diskon yang diberikan hanya 50 persen dari stimulus yang diterima sebelumnya.

Adapun mulai Juli mendatang, pemerintah akan menghentikan stimulus listrik sepenuhnya menyusul kondisi perekonomian yang mulai membaik.

Rubrik:Teknologi