MPTT-I Dapat Dukungan Kementrian Agama RI Perkuat Ajaran Tauhid Tasawuf

MPTT-I Dapat Dukungan Kementrian Agama RI Perkuat Ajaran Tauhid Tasawuf

JAKARTA, ACEHPORTAL.COM -Sangat patut disyukuri oleh para jama'ah Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) sebab Kementrian Agama RI lewat Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam telah menetapkan bahwa MPTT-I merupakan ajaran yang mendapatkan rekomendasi Kemenag RI untuk menjadi ajaran yang sah dimasyarakat.

Hal itu sesuai bunyi surat rekomendasi Kemenag RI lewat Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam yang bernomor B.163/Dr.III.III/HM.00/05/2021 tentang Rekomendasi ajaran MPTT-I menjadi ajaran yang sah di masyarakat.

Rekomendasi tersebut diberikan karena hasil amatan langsung dari Dirjen Bimmas Islam yang sering berkunjung dan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh jama'ah MPTT-I yang dipimpin oleh Abuya Shekh H. Amran Waly Al-Khalidy dengan metode tharekat/tasawuf mendorong ummat Islam dewasa ini menjadi ummat Islam yang moderat, berwawasan serta berpandangan luas juga mendidik ummat saling menghargai dan saling mengasihi.

Kemenag RI juga menjelaskan, ajaran MPTT-I yang digagas oleh Abuya Amran Waly dilandaskan karena sejalan dengan program Kementrian Agama RI tentang Moderadi Beragama.

Kemudian surat rekomendasi yang ditandatangani oleh Dirjen Bimmas Islam, Dr. H. Ahmad Juraidi, MA itu menjelakan juga bahwa pihak Kemenag RI mendukung penuh ajaran dari Abuya Amran Waly melalui MPTT-I dan sangat mengharapkan ummat Islam khususnya di Aceh agar saling menghormati.

Kemudian, jika ada perbedaan paham jangan dipertentangkan, apalagi sampai membuat tindakan yang arogan sehingga murid - murid Abuya Amran Waly menjadi contoh "Ummatan Wassatha" atau ummat pertengahan yang memiliki wawasan yang luas dan menjadi tauladan buat ummat yang lainnya.

Surat rekomendasi itu juga disampaikan ucapan terimakasih dari Kemennag RI kepada Abuya Shekh H. Amran Wali Al-Khalidy serta MPTT-I yang mampu menjalin silaturrahmi dan berbagi kasih sayang dalam setiap moment, kemudian surat rekomendasi itu juga ditembuskan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forkopimda Aceh, Kanwil Kemenag Aceh serta Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) provinsi Aceh, demikian surat dari Kemenag RI kepada Abuya Amran Waly, pada tanggal 10 Mei 2021.

Rubrik:News