Breaking News

Miliki 68 Paket Sabu, Dua Warga Kecamatan Kuta Baro Diringkus Polisi

Miliki 68 Paket Sabu, Dua Warga Kecamatan Kuta Baro Diringkus Polisi
Tersangka dan barang bukti diamankan polisi. (Ist)

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Dua pemuda asal Gampong Cot Yang, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar diringkus personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 04.00 WIB di sebuah gubuk. 

Kehadiran polisi berbaju preman di lokasi membuat kedua tersangka. Di lokasi itu, petugas menemukan 68 paket narkotika jenis sabu seberat 10,86 gram. Polisi juga menemukan tas dompet warna merah, dua unit handphone serta kotak rokok. 

"MU (19) dan MR (24) awalnya dicurigai atas laporan warga kepada polisi," sebut Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Rustam Nawawi di ruang kerjanya, Kamis (29/4/2021). 

Menurut mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Utara ini, berawal dari informasi masyarakat tentang adanya dua pria yang diduga menguasai dan memiliki narkotika jenis sabu di sebuah gubuk di Gampong Cot Yang, Aceh Besar.

Informasi tersebut kemudian didalami oleh petugas Opsnal Unit I Sat Resnarkoba hingga melakukan penangkapan terhadap MU dan MR.

“Saat dilakukan penangkapan terhadap kedua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 68 buah bungkusan kecil dari plastik bening yang di dalamnya narkotika jenis sabu dengan berat 10,86 gram. Selain barang bukti sabu tersebut, juga ikut disita barang bukti berupa tas dompet warna merah, dua unit handphone serta kotak rokok," jelasnya.

MU dan MR mengakui sabu tersebut dibeli dari seorang laki-laki berinisial LEK seharga Rp 4 juta sebanyak satu sak pada Selasa (20/4/2021) lalu sekitar pukul 17.00 WIB di Gampong Lam Sabang, Aceh Besar. 

Rustam juga menjelaskan, dari satu sak yang dibeli kedua tersangka membagikan menjadi 68 paket kecil dengan tujuan dijual kembali kepada orang lain dengan harapan memperoleh keuntungan lebih besar. 

“Kedua tersangka mengetahui bahwa membeli, menguasai, memiliki dan menjual narkotika jenis sabu tersebut dilarang oleh hukum dan Undang-undang yang berlaku di NKRI dan keduanya dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun,” pungkasnya.

*Penangkapan Sabu di Kawasan Keudah

Sementara itu, JM (50), warga Gampong Keudah, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh diciduk polisi karena menyembunyikan tiga paket sabu seberat 6,36 gram dalam bungkusan biskuit dan tisu. 

Ia ditangkap petugas Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, Senin (19/4/2021) lalu sekitar pukul 22.00 WIB di pinggir jalan raya Gampong Keudah. 

AKP Rustam Nawawi juga menjelaskan, penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat tentang adanya seseorang yang mencurigakan lewat di kawasan Peunayong. 

"Saat orang yang dicurigai tersebut melintasi lorong Hotel Wisata, warga mencoba mendekati dan melihat tersangka AS (21), warga Bireun dan DS (32) warga Bengkulu serta RS (28) sedang mengkonsumsi sabu. Ketiga tersangka lalu diamankan warga dan diserahkan ke polisi melalui Polsek Kuta Alam,” sebutnya. 

Hasil pemeriksaan oleh petugas, tersangka AS mengaku sabu tersebut diperoleh dari HS yang ditetapkan sebagai DPO seharga Rp 100 ribu. 

Berbekal keterangan dari ketiga tersangka, tim melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka JM. Petugas menyita barang bukti tiga paket sabu seberat 6,36 gram dalam bungkusan biskuit dan tisu. 

"Menurut tersangka Jamal, ia memperoleh sabu tersebut dari FAD (panggilan) dibeli seharga Rp 2 juta dan diakui sudah lima kali memperoleh barang haram tersebut," katanya.

Tanpa menyita waktu, tim melakukan breafing untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka FAD yang menjual narkotika kepada tersangka JM. Polisi pun personel pun berhasil menangkap tersangka FAD di depan rumahnya yang masih satu kawasan dengan tersangka JM. 

Saat penangkapan petugas menemukan tiga paket sabu seberat 6,17 gram, dua bungkusan hitam yang digunakan untuk menyimpan narkotika dan satu lembar uang kertas nominal Rp 10 ribu untuk menyimpan narkotika jenis sabu. 

“Sabu sebanyak satu sak sudah dibelah dua dengan tersangka ZEF, sehingga tersangka ZEF diringkus di atas sepeda motor miliknya di jembatan Peunayong beberapa saat setelah FAD diamankan,” ucap Rustam. 

Tersangka ZEF sempat mencoba melarikan diri dengan menceburkan diri ke Krueng Aceh dari atas jembatan Peunayong. Namun meski tertangkap, barang bukti sabu yang dimaksud telah hanyut terbawa air sungai.

Menurut FAD, ia memperoleh sabu seberat setengah ons yang dibeli seharga Rp 19,5 juta pada seorang lelaki berinisial SON warga Aceh Timur dan telah dipanjarkan senilai Rp 5 juta. Sementara setengah paket sabu diserahkan kepada tersangka ZEF di kawasan Gampong Jawa, Senin (19/4/2021) siang. 

"Saat ini tersangka mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh dan dijerat Pasal 112 ayat (1) dari UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun," pungkas AKP Rustam Nawawi.

Editor:
Rubrik:Hukum
Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues